Antrean hingga 40 Tahun, PBNU Minta Umat Islam Haji Sekali Seumur Hidup

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam acara Simposium Haji edisi ke-49 yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jeddah, Arab Saudi, pada Ahad (1/6/2025).

02 Jun 2025 - 16:56
Antrean hingga 40 Tahun, PBNU Minta Umat Islam Haji Sekali Seumur Hidup
Ilustrasi haji. (Foto: Pexels)

SUARAJATIMPOST.COM—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyoroti lamanya masa tunggu calon jemaah haji (CJH) di Indonesia yang bisa mencapai 40 tahun.

Isu tersebut dibahas dalam acara Simposium Haji edisi ke-49 yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jeddah, Arab Saudi, pada Ahad (1/6/2025).

Dalam forum internasional tersebut, Gus Yahya mengungkapkan ketimpangan antara meningkatnya jumlah umat Islam yang ingin berhaji dengan terbatasnya kuota dari Arab Saudi.

Menurutnya, hal itu memicu terjadinya antrean panjang yang tidak realistis. Terutama di negara-negara berpenduduk muslim besar seperti Indonesia, Pakistan, dan India.

"Sejak diberlakukannya sistem kuota oleh Pemerintah Arab Saudi pada 1987, negara-negara muslim harus menyesuaikan diri dengan sistem antrean haji. Di Indonesia, lebih dari 5,5 juta orang telah mendaftar, menyebabkan masa tunggu berkisar antara 20 hingga 40 tahun," ucapnya.

Gus Yahya menambahkan, sistem yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi ini menimbulkan ketidakpastian biaya dan risiko fisik bagi para pendaftar haji.

"Banyak dari mereka yang saat gilirannya tiba sudah memasuki usia lanjut. Bahkan ada yang wafat sebelum berangkat," katanya.

Sebagai solusi, Gus Yahya mengusulkan agar umat Islam diberi pemahaman bahwa ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup. Sehingga tidak perlu mengulang ibadah haji.

Dengan demikian, kata Gus Yahya, kuota haji yang jumlahnya terbatas dapat dibagi secara adil kepada warga Indonesia yang belum pernah menunaikan ibadah haji.

Dia juga mendorong pemerintah negara-negara yang menggunakan sistem antrean untuk merumuskan kebijakan pengelolaan daftar tunggu yang lebih adil dan transparan.

Lebih lanjut, Gus Yahya meminta Kerajaan Arab Saudi segera menyusun rencana penyelenggaraan haji jangka panjang dan menyosialisasikannya secara luas ke seluruh negara Islam.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, PBNU siap bekerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi dalam merealisasikan sistem penyelenggaraan haji yang lebih manusiawi dan berkeadilan. (**)

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow