Antologi Fest 2026 Siap Digelar di Kota Kediri, Usung Semangat Bangun Ekosistem Musik

Kota Kediri akan menjadi tuan rumah edisi perdana Antologi Fest 2026 pada 12 September mendatang. Festival musik yang digagas No Wacana Creative tersebut bakal berlangsung di Tirtayasa Park dengan menghadirkan sederet musisi nasional, yakni Rebellion Rose, The Kick, The Jansen, FSTVLST, Threesixty, The Cloves and The Tobacco, serta band asal Kediri, Backside.

25 Jul 2026 - 17:34
Antologi Fest 2026 Siap Digelar di Kota Kediri, Usung Semangat Bangun Ekosistem Musik
Konferensi pers Antologi Fest bersama promotor dan band asal Kediri Backside ( foto : putra)

KOTA KEDIRI, SJP - Kota Kediri akan menjadi tuan rumah edisi perdana Antologi Fest 2026 pada 12 September mendatang. Festival musik yang digagas No Wacana Creative tersebut bakal berlangsung di Tirtayasa Park dengan menghadirkan sederet musisi nasional, yakni Rebellion Rose, The Kick, The Jansen, FSTVLST, Threesixty, The Cloves and The Tobacco, serta band asal Kediri, Backside.

Perwakilan No Wacana Creative, Alan, mengatakan, Antologi Fest tidak hanya dihadirkan sebagai ajang hiburan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif, pelaku UMKM, hingga komunitas seni dan musik di Kota Kediri.

"Kami hadir bukan hanya untuk memberikan hiburan, tapi juga membangun kembali kepercayaan terhadap ekosistem musik Indonesia. Juga harapan kami, Antologi Fest dapat menjadi pengalaman yang aman, tertib, dan berkesan bagi seluruh penonton," ujar Alan, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Alan, Kota Kediri dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan perdana karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah festival musik berskala besar. Perkembangan komunitas kreatif dan budaya musik di Kota Tahu menjadi salah satu pertimbangan utama penyelenggara.

"Kita lihat skenanya makin berkembang. Kopi-kopian di mana-mana, gaya-gaya skena sudah makin banyak. Jadi kami rasa memang sudah saatnya menambahkan event-event festival di Kota Kediri," katanya lagi.

Pada penyelenggaraan tahun pertama, Antologi Fest mengusung tema musik bernuansa punk rock dengan semangat "Merapat, Menguat, dan Menyatu". Tema tersebut menjadi dasar dalam menentukan deretan musisi yang akan tampil di panggung utama.

"Kita memilih line up ini kembali lagi ke tema kita adalah merapat, menguat, dan menyatu. Guest star yang kami ambil memang sudah memiliki massa (penggemar) yang besar di Kediri, juga besar di wilayah karesidenan seperti Jombang, Blitar, dan Nganjuk. Kami juga sengaja mengundang Backside sebagai tuan rumah karena memiliki genre yang sama dengan Antologi Fest sehingga cocok untuk menyatukan penggemar yang akan hadir nantinya," jelasnya.

Pada edisi perdananya, Antologi Fest menargetkan sekitar 6.000 penonton. Penjualan tiket dibagi dalam lima tahap, mulai Early Bird, Presale 1, Presale 2, Normal, hingga On The Spot (OTS). Selain itu, seluruh proses perizinan dipastikan telah rampung jauh sebelum hari pelaksanaan.

"Untuk perizinan kita, dari awal mengeluarkan pengumuman 'coming soon' di media sosial, kita juga sudah langsung mengurus surat perizinan. Perizinan sudah keluar dari Polda dan kami sudah memegang surat izin keramaian. Itu menjadi salah satu pembeda, karena sejak awal kami menyiapkan seluruh perizinan agar ke depan tidak ada kendala yang menyebabkan event ini batal," ungkapnya.

Sementara itu, band asal Kediri, Backside, mengaku bangga dipercaya menjadi bagian dari line up Antologi Fest 2026 sekaligus mewakili musisi lokal untuk tampil bersama sejumlah nama besar di industri musik nasional.

"Kami dari Band Backside sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih untuk Antologi Fest 2026. Kami sebagai band lokal merasa terhormat dan senang sekali bisa bermain di Antologi Fest 2026 dengan line up yang begitu keren," ujar Hilmi, salah satu personel Backside.

Hilmi menilai kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggara memberikan ruang bagi band lokal untuk berkembang dan tampil di panggung yang lebih besar.

"Tidak banyak promotor atau penyelenggara event yang mau membawa band lokal sebagai opener. Ini juga menjadi tantangan bagi kami sebagai band pembuka yang nantinya tampil bersama band-band besar. Kami berkomitmen untuk tetap berkarya dan terus melatih skill agar tidak malu-maluin kalau disandingkan dengan band-band besar," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow