Antisipasi Penyakit Ternak, Disnakkan Bondowoso Gencar Gelar Pengobatan Massal
Upaya Pemkab Bondowoso dalam mencegah penyakit ternak diperkuat melalui pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan hewan. Wabup As’ad meninjau langsung kegiatan yang menyasar enam titik layanan demi menjaga kesehatan serta ketersediaan bibit unggul bagi peternak.
BONDOWOSO, SJP – Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengantisipasi terjadinya penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi, terus diperkuat melalui pelaksanaan pengobatan massal dan pemeriksaan aset peternakan yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kesehatan, produktivitas, serta ketersediaan bibit unggul di daerah.
Pada Rabu (26/11/2025), Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, meninjau langsung pelaksanaan Pengobatan Massal Ternak di wilayah Sumberwringin. Kehadiran Wabup menunjukkan komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan peternakan yang cepat, mudah, dan menjangkau hingga pelosok desa.
Dalam kesempatan itu, Wabup As’ad menegaskan, layanan kesehatan hewan merupakan kebutuhan mendasar bagi peternak dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan usaha ternak.
“Kegiatan ini bukan hanya pengobatan ternak, tetapi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat sektor peternakan Bondowoso. Kita ingin memastikan hewan ternak sehat dan produktif,” ujarnya.
Pengobatan massal tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian vitamin, obat cacing, vaksinasi, dan konsultasi langsung dengan petugas kesehatan hewan. Puluhan peternak dari berbagai desa sekitar terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama setelah sektor peternakan sempat terdampak penyakit seperti PMK.
Wabup Bondowoso yang karib disapa Ra As’ad ini mengakui, tantangan sektor peternakan semakin kompleks, mulai dari ancaman penyakit, naiknya harga pakan, hingga peningkatan mutu bibit. Pemerintah, katanya, harus hadir tidak hanya sebagai regulator tetapi juga mitra yang mendampingi peternak.
“Kami mendorong Disnakkan terus melakukan program jemput bola seperti ini. Pelayanan langsung ke masyarakat sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan akses yang tidak mudah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, mengungkapkan, populasi ternak sempat mengalami penurunan. Hal ini disebabkan menurunnya aktivitas peternak serta ketidakteraturan pemberian suntikan kesehatan karena dampak PMK.
“Kita sebenarnya populasinya drop. Peternak lesu dan ada yang suntik libur karena terdampak PMK. Kehadiran Pak Wabup Bondowoso memberi semangat agar peternak tetap termotivasi,” jelasnya.
Hendri menambahkan, kegiatan pengobatan tidak dilakukan di satu titik saja. Pada tahun 2025, Disnakkan menargetkan enam titik layanan dengan sasaran 600 ekor ternak per titik.
“Harus selesai. Besok terakhir. Dan biasanya target ini tercapai, bahkan lebih,” ujarnya optimistis. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

