BBI Sumberwringin Bondowoso Terbengkalai, Pemanfaatan Aset Terkendala Regulasi

BBI Sumberwringin di Bondowoso ditemukan memprihatinkan saat sidak wakil bupati. Aset kolam dan bangunan mangkrak kini dilirik investor dan BUMDes. Disnakkan diminta segera memperbaiki regulasi agar aset bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD daerah.

26 Nov 2025 - 18:37
BBI Sumberwringin Bondowoso Terbengkalai, Pemanfaatan Aset Terkendala Regulasi
Kondisi Asrama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso yang terbengkalai, nyaris menyerupai bangunan tua yang angker dan menyeramkan di BBI Sumberwringin (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Balai Benih Ikan (BBI) Sumberwringin, yang dahulu menjadi sentra pembenihan dan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bondowoso, kini memprihatinkan kondisinya.

Kolam-kolam yang dulu penuh air dan berbagai jenis ikan tawar kini dipenuhi rumput dan ilalang. Hanya satu kolam yang masih berisi air, itupun dangkal, dengan ikan nila dan patin yang tampak tidak terpelihara.

Di sisi utara kolam, terlihat bangunan megah bertuliskan Asrama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso. Bangunan tersebut tampak tak terawat, dikelilingi ilalang, dengan cat tembok mengelupas yang menambah kesan angker. Aset di dalam gedung yang diresmikan pada 13 Januari 2009 oleh Bupati Amin Said Husni itu pun banyak yang rusak.

Pada tahun 2008, BBI Sumberwringin sempat menjadi lokasi pelatihan budidaya ikan dan kewirausahaan. Fasilitas tersebut pernah aktif untuk mendukung program-program perikanan di Bondowoso.

Kini, aset milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso tersebut mulai dilirik berbagai pihak, baik investor maupun BUMDes setempat, untuk dikelola menjadi lokasi bisnis yang berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Minat para pihak itu terlihat dari kunjungan Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bersama Asisten II Abdurrahman dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Hendri Widotono, pada Rabu (26/11/2025).

Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, menegaskan bahwa kehadiran Wabup merupakan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan aset Pemkab tersebut dapat difungsikan kembali.

“Pak Wabup Bondowoso sidak ke sini untuk mendorong peningkatan PAD melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki BBI Sumberwringin,” ujarnya usai mendampingi sidak.

Hendri menjelaskan, Wabup meminta agar BBI Sumberwringin bisa dimanfaatkan dan menghasilkan PAD mulai tahun 2026. Namun, langkah pertama yang harus dibenahi adalah regulasi pengelolaan.

“Kita sebenarnya masih tergantung pada regulasi. Beliau (Wabup) meminta agar regulasi bisa segera diselesaikan. Seminggu harus ganti, apalagi kalau hanya Perbup. Jadi beliau minta semuanya gerak cepat,” jelasnya.

Disnakkan, kata Hendri, akan berusaha menindaklanjuti arahan Wabup. Meski baru menjabat dan seharusnya masih pada tahap observasi, namun Wabup meminta agar hasil kerja bisa terlihat segera.

“Wabup tidak ingin menunggu lama. Yang penting ada hasil. Kalau tidak bergerak, maka OPD yang akan dievaluasi,” tegas Hendri.

Terkait pemanfaatan aset, Hendri menyebut ada pengusaha yang berminat mengembangkan BBI Sumberwringin menjadi peternakan sapi perah. Selain itu, ada BUMDes juga mulai mengajukan penawaran pengelolaan.

“Ada banyak peluang bisnis dan potensi pendapatan di BBI Sumberwringin. Namun menurut salah satu pengusaha, regulasi masih menjadi hambatan. Jadi diminta agar segera diselesaikan dalam seminggu,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow