Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Bondowoso Perkuat Mitigasi di Wonoboyo

Pemkab Bondowoso bersama pemerintah desa memperkuat langkah antisipasi banjir di Wonoboyo melalui pembangunan bronjong, edukasi warga, dan sistem mitigasi terintegrasi.

13 Apr 2026 - 19:20
Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Bondowoso Perkuat Mitigasi di Wonoboyo
Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso saat meninjau lokasi banjir di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, ditemani oleh Kepala Dinas BSBK, Kalaksa BPBD, Camat dan Kades (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Ancaman banjir tahunan yang terus menghantui Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, mendorong pemerintah daerah dan desa setempat untuk memperkuat langkah antisipasi bencana secara lebih sistematis. Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, upaya pencegahan kini menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang.

Bencana yang berulang sejak beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa pendekatan reaktif tidak lagi cukup. Diperlukan langkah mitigasi yang terencana, mulai dari penguatan infrastruktur hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun mulai mengarahkan kebijakan pada pembangunan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, terutama di wilayah rawan seperti Wonoboyo yang berada di kawasan perbatasan.

Di sisi lain, pemerintah desa turut mengambil peran penting dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap faktor-faktor penyebab banjir, termasuk persoalan sampah dan tata kelola lingkungan.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa penanganan banjir di Wonoboyo tidak hanya berhenti pada langkah sementara, namun diarahkan pada sistem mitigasi jangka panjang.

“Kita sedang membangun sistem penanganan kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari preventif hingga penanganan dampaknya. Ini penting karena Wonoboyo termasuk wilayah yang rawan dan berada di perbatasan,” ujarnya saat meninjau pembangunan jembatan dan bronjong di Desa Wonoboyo, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pembangunan bronjong yang saat ini dilakukan menjadi bagian dari langkah awal untuk mengendalikan aliran air agar tidak langsung mengarah ke permukiman warga.

“Bronjong ini sebagai tangkis dan pengarah aliran air. Untuk ke depan, penanganan permanen akan kita koordinasikan, termasuk dengan Kabupaten Situbondo,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan risiko dan optimalisasi sumber pendanaan, baik dari APBD, provinsi, hingga pemerintah pusat, demi mendukung upaya mitigasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaeni, menyebut bahwa upaya antisipasi di tingkat desa terus diperkuat, terutama setelah banjir terakhir yang terjadi pada 8 Maret 2026.

“Sekarang kita fokus pada pencegahan. Salah satunya dengan pembangunan bronjong di beberapa titik yang cukup efektif mengurangi luapan air,” ujarnya.

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah desa juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai.

“Kami sudah menyediakan tempat sampah khusus, terutama untuk peternak sapi. Dulu memang ada yang dibuang ke sungai, sekarang sudah mulai tertib,” ungkapnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow