Anggaran Telat, Program MBG di Driyorejo Gresik Stop Sementara
Pemberhentian operasional telah disetujui dari arahan dan koordinasi dari para pengelola dapur meliputi yayasan, pemilik dapur, dan kepala SPPG. Sebanyak 3.420 penerima manfaat tak terlayani MBG.
GRESIK, SJP - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Cangkir, KecamatanvDriyorejo, Kabupaten Gresik, menghentikan sementara operasional distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran pencairan anggaran pusat yang terlambat.
Pendistribusian MBG ke sebanyak 3.420 penerima manfaat itu berhenti sementara satu hari, Rabu (4/2/2026).
Kepala SPPG Cangkir Driyorejo, dari Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Untuk Indonesia (Laduni), Ricky Bagus Rendra mengatakan, penghentian layanan MBG itu dilakukan satu hari. Ia menyebut, apabila dipaksa untuk dilanjutkan maka distribusi MBG akan terganggu.
"Sehingga kami berhenti operasi sementara, tidak order bahan. Kalau dipaksakan belanja, pasti rawan menimbulkan konflik dari para penerima manfaat," ucap Ricky, saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Ricky menyampaikan, pemberhentian operasional sementara itu sebelumnya juga telah disebarkan dengan surat pemberitahuan.
Keputusan penghentian sementara layanan MBG ini telah disetujui dari arahan dan koordinasi dari para pengelola dapur, meliputi yayasan, pemilik dapur, dan kepala SPPG.
"Ini sudah kali keduanya ada pemberhentian operasional. Sebelumnya pernah juga, karena kendala pencairan pada bulan Desember. Itu pun hanya sehari saja," jelasnya.
Menurut Ricky, insiden keterlamabatan pencairan anggaran pusat ini terjadi secara nasional, tidak hanya di wilayah Kabupaten Gresik.
Selama beroperasi, SPPG tersebut dimulai Senin sampai Sabtu dengan melayani sebanyak 3.420 penerima manfaat siswa, tenaga pendidik, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.
"Ketika dana menipis tidak berani belanja. Untuk antisipisi tunggakan diberhentikan. Hari ini, sudah mulai kembali beroperasi," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

