Anggaran BPBD Bondowoso Dievaluasi, Sarpras dan Kesejahteraan SDM Jadi Sorotan
Komisi IV DPRD Bondowoso mengevaluasi anggaran BPBD 2025–2026, menyoroti keterbatasan sarana prasarana dan kesejahteraan SDM, sekaligus mengapresiasi kinerja BPBD yang tetap maksimal di tengah anggaran terbatas dan cuaca ekstrem.
BONDOWOSO, SJP – Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengevaluasi realisasi anggaran tahun 2025 sekaligus menelaah kesiapan anggaran tahun 2026 di tengah kondisi cuaca yang dinilai semakin ekstrem.
Dalam evaluasi tersebut, Komisi IV menyoroti keterbatasan anggaran BPBD yang berdampak pada optimalisasi penanganan kebencanaan. Meski demikian, DPRD mengapresiasi kinerja BPBD yang dinilai tetap maksimal di tengah keterbatasan dukungan anggaran.
A Mansur, anggota Komisi IV menyampaikan, setelah mendengarkan pemaparan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, pihaknya berharap nantinya ada penyempurnaan dan penambahan kegiatan agar pelayanan kebencanaan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami melihat apa yang dilakukan BPBD luar biasa. Dengan anggaran yang sangat terbatas, mereka masih mampu melaksanakan tugas secara maksimal, utamanya perihal kebencanaan,” ungkapnya, usai rapat kerja di aula BPBD, Rabu (21/1/2026).
Komisi IV juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana BPBD yang sebagian besar sudah tidak layak dan membutuhkan pembaruan, terutama peralatan pokok serta kendaraan operasional yang harus bergerak cepat saat terjadi bencana.
Menurut Mansur, meskipun kebijakan efisiensi anggaran tetap dijalankan, sektor kebencanaan merupakan layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya kewajiban BPBD, tapi kewajiban pemerintah daerah. Ketika terjadi bencana, negara harus hadir dan mampu membantu masyarakat,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Selain sarana prasarana, Komisi IV juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan petugas BPBD yang bekerja tanpa mengenal jam kerja. Petugas kebencanaan kerap menerima laporan bencana pada malam hari dan harus segera turun ke lapangan.
“Teman-teman BPBD ini tidak punya jam kerja. Kapan pun masyarakat membutuhkan, mereka harus siap hadir. Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, terkait ketersediaan peralatan penanganan bencana, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Kristianto Putro Prasojo memastikan, alat-alat utama seperti chainsaw, mesin pompa, dan perlengkapan darurat lainnya masih dalam kondisi layak pakai.
“Untuk alat-alat penanganan darurat insyaallah masih cukup dan masih layak. Hanya memang perlu perawatan rutin agar tetap siap digunakan,” jelasnya.
Plt Kalaksa BPBD Bondowoso juga menegaskan akan terus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk penanganan darurat, sembari berharap adanya dukungan anggaran yang memadai.
“Dukungan anggaran tentunya akan kami gunakan untuk kesejahteraan petugas dan mampu meningkatkan respons kebencanaan agar lebih cepat dan efektif,” tukasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

