Amartya Bhumi Kepanjian Siap Lestarikan Kearifan Lokal, Wabup Malang Resmikan Programnya
Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjen meluncurkan Sambang Jejak Kearifan, program pelestarian budaya yang diresmikan Wabup Malang. Program ini menggali kembali warisan leluhur agar tetap lestari.
MALANG, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan pembangunan yang berkelanjutan.
Hal ini ia sampaikan saat meresmikan program 'Sambang Jejak Kearifan' yang digagas oleh Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian, di Pendopo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Kamis (27/3/2025).
"Apa yang dilakukan Amartya Bhumi ini sangat positif, mengajak kita semua untuk tidak melupakan warisan leluhur. Budaya bukan hanya soal seni atau tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan," ujar Lathifah.
Ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan. Pemkab Malang, kata dia, siap mendukung inisiatif yang bertujuan menjaga identitas budaya agar tetap lestari.
"Kalau kita tidak peduli, nanti generasi muda akan kehilangan jejak sejarah dan identitasnya. Saya berharap program seperti ini terus berjalan dan semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian budaya," imbuhnya.
Program Sambang Jejak Kearifan yang diresmikan oleh Wabup Malang ini menjadi bagian dari upaya Amartya Bhumi dalam menggali kembali warisan leluhur.
Perencanaan agenda ini, tak hanya berfokus pada peninggalan fisik seperti bangunan bersejarah dan situs budaya, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kebajikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu pengurus paguyuban ini, Khoirul Amin, menegaskan bahwa kearifan memiliki makna yang kompleks.
"Makna kearifan itu dimensinya sangat luas. Ia bisa mewujud dalam praktik-praktik baik dan segala hal kebaikan itu sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaganya dan mewariskannya lintas generasi," ujar Amin, Jumat (28/3/2025) melalui pesan singkat kepada suarajatimpost.com.
Sebelum diluncurkannya program dari pegiat kebudayaan ini, program tersebut sebenarnya sudah terealisasi sejak sebelum bulan suci Ramadan.
Berbagai kunjungan dalam sambang tengah dilakukan untuk mengunjungi tempat wisata sumber, punden, situs, serta bangunan yang bernilai historis.
Melalui Sambang Jejak Kearifan, Amartya Bhumi Kepanjian mengajak masyarakat untuk kembali melihat dan mendalami, apakah masih ada kebajikan leluhur yang kini terlupakan atau bahkan hilang sama sekali.
"Jangan sampai nilai-nilai kebaikan leluhur itu tidak dikenali atau ditinggalkan begitu saja oleh anak cucu kita. Inilah yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.
Kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perubahan zaman.
Banyak nilai dan tradisi leluhur yang mulai terlupakan karena arus modernisasi. Dengan diresmikannya program ini, Sambang Jejak Kearifan, diharapkan mampu menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga dan mewariskan budaya agar dapat semakin tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.
Upaya ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, namun juga memastikan bahwa warisan leluhur tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masa kini serta masa mendatang.
Terlebih, bakal ada catatan sebagai pengingat serta informasi tentang kebudayaan yang ada di Kabupaten Malang khususnya, dengan menggandeng paguyuban jurnalis serta pemerhati budaya, baik dari kalangan masyarakat serta pemangku kebijakan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

