Benarkah Tidak Boleh Membeli Garam di Malam Hari?
larangan membeli atau menjual garam di malam hari sebenarnya berasal dari kepercayaan lama yang menggabungkan unsur spiritual dan kebiasaan sehari-hari. Meski tidak semua orang percaya, banyak yang tetap menjaga tradisi ini sebagai bentuk penghormatan dan kehati-hatian.
SUARAJATIMPOST.COM - Di beberapa daerah di Indonesia, ada kepercayaan yang bilang kalau kita tidak boleh membeli atau menjual garam di malam hari.
Kepercayaan ini sudah ada sejak lama dan masih dipercaya oleh sebagian orang sampai sekarang. Tapi, kenapa sih bisa ada larangan seperti itu?
Garam bukan cuma bahan untuk memasak saja, tapi juga dianggap punya arti khusus. Banyak orang percaya garam bisa menjaga rumah dari hal-hal buruk atau energi negatif. Karena itu, garam dianggap sesuatu yang penting dan harus dihormati.
Menurut kepercayaan, malam hari adalah waktu di mana makhluk halus atau energi gaib lebih aktif. Jadi, kalau kita membeli atau menjual garam di malam hari, dikhawatirkan bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, ada juga anggapan kalau menjual garam di malam hari bisa membuat usaha menjadi kurang lancar atau rejeki jadi berkurang. Banyak pedagang yang percaya kalau pantangan ini benar dan mereka menjaga supaya tidak melanggarnya.
Selain alasan kepercayaan, sebenarnya ada juga alasan lainnya. Biasanya, di malam hari orang jarang berbelanja, jadi jualan garam juga kurang laku. Selain itu, kalau penerangan kurang, menimbang garam yang kasar bisa jadi sulit dan membuat kesalahan.
Kalau memang harus beli garam di malam hari, biasanya orang punya cara supaya tidak melanggar pantangan. Misalnya, tidak menyebut kata “garam” secara langsung saat membeli, atau pembeli mengambil garam sendiri tanpa bertanya.
Jadi, larangan membeli atau menjual garam di malam hari sebenarnya berasal dari kepercayaan lama yang menggabungkan unsur spiritual dan kebiasaan sehari-hari.
Meski tidak semua orang percaya, banyak yang tetap menjaga tradisi ini sebagai bentuk penghormatan dan kehati-hatian. (**)
Sumber : Berbagai sumber
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

