Aksi Nekat Anak Hadang KA Commuter Jenggala di Sidoarjo Viral, KAI Turun Tangan
Video anak-anak menghadang KA Commuter Jenggala di Sidoarjo viral dan menuai kecaman. PT KAI Daop 8 Surabaya menegaskan jalur rel bukan area publik dan berbahaya bagi keselamatan.
SIDOARJO, SJP – Aksi nekat anak-anak yang mengadang Kereta Api (KA) Commuter Jenggala di Kabupaten Sidoarjo terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Rekaman tersebut menuai kecaman warganet karena dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa.
Video yang diunggah pada Kamis (1/1/2026) itu memperlihatkan dua anak berada di sekitar jalur perlintasan JPL 09, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Salah satu anak tampak naik turun di rel sambil menghadang KA Commuter Jenggala rute Surabaya–Sidoarjo yang sedang melaju. Aksi berbahaya tersebut diduga dilakukan demi membuat konten media sosial.
Dalam rekaman terlihat kereta terus melaju dari kejauhan, sementara anak tersebut masih berdiri di lintasan. Situasi kian mencekam ketika jarak kereta dengan anak itu tinggal beberapa meter. Beruntung, anak tersebut segera menghindar sesaat sebelum kereta melintas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Pihak KAI menilai tindakan itu tidak hanya membahayakan nyawa anak-anak, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta dan para penumpang.
“Kami menganggap kejadian tersebut sangat serius untuk ditanggapi karena menyangkut keselamatan, bukan hanya anak-anak tersebut, tetapi juga perjalanan kereta api dan para penunpang yang ada di dalamnya,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Mahendro menegaskan, jalur rel bukan merupakan area publik dan hanya boleh dilalui petugas yang berwenang. Kereta api, kata dia, memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak, sehingga keberadaan siapa pun di atas rel sangat berisiko menimbulkan kecelakaan fatal.
Pasca kejadian, PT KAI Daop 8 Surabaya langsung melakukan langkah preventif dengan mendatangi warga di sekitar lokasi. Sosialisasi dilakukan secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di area rel, khususnya bagi anak-anak.
“Kami bersyukur peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban. KAI menindaklanjuti kejadian ini dengan pendekatan humanis, dengan fokus pada edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mengenai bahaya berada di jalur kereta api,” ujar Mahendro.
PT KAI juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial, agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya demi mengejar popularitas sesaat. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Beritasatu.com
What's Your Reaction?

