Jalur Alternatif Jetis–Pancoran Rusak, Dinas BSBK Bondowoso Siapkan Penanganan Tambal Sulam
Warga Desa Jetis, Bondowoso, mengeluhkan kerusakan jalan alternatif Jetis–Pancoran akibat dilalui kendaraan bertonase berat pasca amblesnya Jembatan Sentong. Perbaikan tambal sulam segera dilakukan.
BONDOWOSO, SJP – Jalan alternatif di Dusun Pagungan, Blok Masjid dan Loji, RT 12, 13, dan 14, Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, mulai dikeluhkan warga setempat.
Pasalnya, Jalan Argopuro yang menghubungkan Desa Jetis dan Desa Pancoran mengalami kerusakan sejak difungsikan sebagai jalur alternatif pascaambrolnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Jember.
Di lokasi, tampak sejumlah ruas jalan mulai rusak akibat sering dilalui kendaraan bertonase berat yang melebihi kelas jalan. Bahkan, saluran drainase di sisi jalan juga mengalami kerusakan karena dilindas kendaraan besar.
Padahal, pemerintah telah mengimbau agar kendaraan besar seperti truk dan bus melintas melalui jalur alternatif Koncer–Tasnan serta Koncer–Kalianyar–Grujugan Kidul. Namun, masih banyak kendaraan berat yang melanggar imbauan tersebut.
Akibatnya, jalan alternatif di ruas Jetis–Pancoran yang tidak sesuai peruntukannya mengalami kerusakan, sehingga memicu keluhan warga karena hingga kini belum ada perbaikan.
Keluhan itu disampaikan salah seorang warga pada Selasa (14/4/2026) siang. Ia mengaku khawatir kondisi jalan rusak dan berlubang sepanjang kurang lebih satu kilometer akan semakin parah jika tidak segera ditangani.
“Sejak jadi jalur alternatif, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Akibatnya, jalan yang awalnya rusak sedang kini kondisinya parah dan mengkhawatirkan pengguna jalan,” ujarnya.
Keluhan tersebut dibenarkan Kepala Desa Jetis, Saefuddin Hakim. Ia mengaku telah menerima laporan dari warga dan menyampaikannya kepada dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan.
“Di utara balai desa ada sekitar 50 meter yang rusak parah dan perlu tambal sulam. Ada juga beberapa titik lain yang rusak, tepatnya di gapura perbatasan Desa Jetis dan Pancoran,” ungkapnya saat dikonfirmasi di balai desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menyatakan, dalam waktu dekat jalan tersebut akan diperbaiki dengan metode tambal sulam.
“Dalam waktu dekat, sekitar bulan ini (April), jalan tersebut akan kami tambal sulam, seperti ruas jalan alternatif lainnya,” ujar Ansori saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, masih proses pengadaan bahannya.
“Kemarin kami kehabisan stok bahan material. Aspal sudah tersedia, tinggal bahan lainnya yang sedang kami siapkan. Insyaallah pekan depan sudah kami perbaiki dengan tambal sulam,” tegasnya.
Ansori menambahkan, ruas jalan Jetis–Pancoran tidak dianggarkan untuk revitalisasi. Penanganan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam agar jalur alternatif tersebut tetap aman dilalui.
“Belum dianggarkan baik rehabilitasi, maupun rekonstruksi jalan, hanya tambal sulam,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan Jembatan Sentong saat ini telah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga. Proyek dengan nilai anggaran Rp17,5 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

