Dua Insiden Rem Blong Terjadi dalam Sehari di Jalur Tengkorak Pacet Mojokerto

Jalur Cangar-Pacet memang dikenal sebagai jalur maut bagi kendaraan yang tidak dalam kondisi prima atau pengemudi yang kurang menguasai medan. Turunan tajam sering kali memicu panas berlebih pada komponen rem.

02 Jan 2026 - 19:46
Dua Insiden Rem Blong Terjadi dalam Sehari di Jalur Tengkorak Pacet Mojokerto
Mobil Toyota Fortuner VRZ (kiri) mengalami rem blong hingga terperosok di jalur penyelamat Gotekan dan kondisi Isuzu Elf usai terguling akibat rem blong di tanjakan Sendi. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Jalur alternatif yang menghubungkan Batu dan Pacet kembali memakan korban akibat kegagalan fungsi rem atau rem blong. 

Dalam kurun waktu beberapa jam pada Kamis (1/1/2026), dua insiden terjadi di titik ekstrem jalur tersebut, yakni di kawasan Gotekan dan Turunan Sendi, Dusun Pacet Selatan.

Fortuner VRZ Terperosok di Jalur Penyelamat Gotekan

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah mobil Toyota Fortuner VRZ bernopol S 1099 JA yang dikemudikan oleh Ali (59), warga Sukomulyo, Kabupaten Lamongan, mengalami gagal fungsi rem saat melintasi turunan tajam Gotekan.

Relawan di lokasi kejadian, Ade Zakaria, menjelaskan bahwa kendaraan bertransmisi otomatis tersebut melaju dari arah Batu menuju Pacet. 

Diduga akibat beban kerja rem yang berlebihan di turunan panjang, sistem pengereman tidak berfungsi normal.

"Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi karena rem blong. Beruntung pengemudi berhasil mengarahkan mobil ke jalur penyelamat Gotekan yang berisi tumpukan sekam, sehingga kecelakaan fatal dapat dihindari," ujar Ade dalam keterangan tertulis yang diterima media ini Jumat (2/1/2026). 

Meski kendaraan mengalami kerusakan, pengemudi mobil Ali beserta dua penumpang lainnya dinyatakan selamat tanpa luka fisik. 

Minibus Rombongan Wisatawan Terbalik di Turunan Sendi

Berselang satu jam, tepatnya pukul 16.30 WIB, kecelakaan lebih parah menimpa mobil elf Isuzu bernopol L 7791 AF yang membawa 16 wisatawan asal Surabaya. 

Kendaraan tersebut hilang kendali di turunan tajam Sendi hingga akhirnya terbalik.

Jalur Cangar-Pacet memang dikenal sebagai jalur maut bagi kendaraan yang tidak dalam kondisi prima atau pengemudi yang kurang menguasai medan. 

Turunan tajam yang panjang sering kali memicu brake fade atau panas berlebih pada komponen rem, terutama bagi kendaraan bertransmisi otomatis.

"Kondisi geografis jalur ini sangat rawan. Jalur penyelamat di titik-titik krusial seperti Gotekan dan Sendi sengaja disediakan untuk menahan laju kendaraan yang kehilangan kendali pengereman," tambah Ade.

Pihak RSUD Sumberglagah, Pacet, mengonfirmasi telah menerima 16 korban kecelakaan mobil elf yang seluruhnya merupakan warga Surabaya. 

Kasi Pelayanan Medis RSUD Sumberglagah, dr. Praviko Rahmadho, menetapkan insiden ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Seluruh korban berjumlah 16 orang, terdiri dari dewasa dan anak-anak. Secara umum kondisi mereka stabil dan masuk kategori luka ringan, namun mereka mengalami trauma fisik seperti luka robek, hematoma, dan nyeri pasca-kecelakaan," terang dr. Praviko, Kamis malam.

Berdasarkan data medis, beberapa korban anak-anak mengalami luka robek di bagian wajah dan kepala, sementara korban dewasa mayoritas mengalami dislokasi ringan dan nyeri pada bagian dada serta punggung. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow