Aksi Demo Mahasiswa di Kantor Pemkab Bondowoso, Perbaikan Jalan dan Belanja Pegawai Jadi Tuntutan Serius
Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Pemkab Bondowoso, Kamis (5/3/2026). Mereka menuntut realokasi APBD dengan memangkas belanja pegawai agar anggaran pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, dapat ditingkatkan hingga target 100 kilometer pada 2026.
BONDOWOSO, SJP – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gabungan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (5/3/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan.
Koordinator aksi, Ahmad Rifandi menyampaikan, komposisi anggaran daerah saat ini terlalu besar pada belanja pegawai, sementara alokasi untuk belanja modal yang langsung dirasakan masyarakat dinilai sangat kecil.
Menurutnya, berdasarkan data yang mereka kaji, belanja pegawai dalam APBD Bondowoso mencapai sekitar 48 persen, sedangkan belanja modal hanya sekitar 6 persen. Padahal, belanja modal mencakup pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti perbaikan jalan, infrastruktur, hingga irigasi.
“APBD Bondowoso itu bengkak di belanja pegawai, yaitu sekitar 48 persen. Sementara belanja modal hanya 6 persen. Padahal belanja modal ini yang langsung menyentuh masyarakat, seperti jalan, perbaikan infrastruktur dan irigasi,” ujarnya saat menyampaikan tuntutan dalam aksi.
Mahasiswa menuntut agar komposisi anggaran tersebut direalokasi dengan memangkas belanja pegawai menjadi sekitar 40 persen. Selain itu, mereka juga meminta adanya penyesuaian pada belanja barang dan jasa agar anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.
Dari penghematan tersebut, mahasiswa memperkirakan sekitar Rp208 miliar anggaran bisa dialihkan ke belanja modal.
“Kami menuntut agar sekitar Rp208 miliar itu dialihkan ke belanja modal. Sehingga perbaikan jalan yang awalnya hanya ditargetkan sekitar 25 kilometer bisa ditingkatkan menjadi minimal 100 kilometer pada tahun 2026,” kata koordinator aksi.
Mahasiswa juga mengaku mengacu pada informasi yang beredar bahwa rencana awal perbaikan jalan hanya sekitar 25 kilometer dengan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Karena itu, mereka mendorong pemerintah daerah meningkatkan target perbaikan jalan agar kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Bondowoso dapat segera tertangani.
“Fokus utama tuntutan kami adalah perbaikan jalan yang rusak agar dilakukan lebih masif. Karena kondisi jalan rusak di Bondowoso ini sudah sangat krusial,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa berharap pemerintah daerah memiliki komitmen nyata untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, salah satunya dengan menargetkan perbaikan jalan hingga 100 kilometer dalam satu tahun anggaran. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

