Pembangunan SPPG di Mojokerto Ditarget Rampung Kurang dari 2 Bulan

SPPG merupakan unit pelaksana yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto, pembangunan SPPG di Mojokerto ini merupakan yang pertama di Jawa Timur.

13 Feb 2025 - 19:16
Pembangunan SPPG di Mojokerto Ditarget Rampung Kurang dari 2 Bulan
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat melakukan peletakan batu pertama proyek SPPG di Mojokerto. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJPKepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mulai membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim yang berlokasi di Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto pada Kamis (13/2/2025).

SPPG merupakan unit pelaksana yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan SPPG di Mojokerto ini merupakan yang pertama di Jawa Timur.

Polda Jatim menargetkan, pembangunan SPPG ini selesai dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

“Untuk segera mewujudkan dan mendukung program MBG sesuai arahan presiden. Pembangunan SPPG ini diharapkan dapat selesai dalam waktu kurang dari dua bulan,” ucapnya, Kamis (13/2/2025).

Pembangunan ini bekerja sama dengan PT. Guna Bangun Perkasa selaku vendor dan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pemenuhan gizi nasional.

Irjen Pol Imam menyebut, program ini diharapkan bisa terealisasi di bulan Maret atau April 2025. SPPG di Mojokerto akan mempunyai kapasitas produksi 3.000 hingga 3.500 porsi makanan setiap harinya.

“Untuk sekolah dan masyarakat dengan radius 30 menit perjalanan dari lokasi,” lanjutnya.

Selain pembangunan SPPG, kendaraan operasional juga disiapkan untuk pendistribusian kepada 13 SD di Kecamatan Bangsal.

Proyek pembangunan SPPG di atas lahan berukuran 20x20 meter itu tidak hanya dilakukan di Mojokerto. Sebanyak 9 SPPG tambahan di wilayah Jawa Timur juga akan segera dibangun sesuai arahan dari Mabes Polri.

"Kami akan membangun SPPG di berbagai daerah seperti Rayon Tapalkuda, Mataraman, Madura, Malang Raya dan Kediri. Harapannya, pembangunan ini bisa dilakukan secara masif agar target 90 juta anak dan masyarakat kurang mampu menerima manfaatnya di akhir tahun 2025," tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow