Anggaran Terbatas, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Terpaksa Makan Ayam Tiren
Atlet binaraga Kabupaten Malang makan ayam tiren karena minim anggaran. Sekda Kabupaten Malang pastikan dana cair hari ini, usai kisah viral itu jadi sorotan dan menuai simpati publik.
MALANG, SJP – Isu mengharukan soal atlet binaraga Kabupaten Malang yang terpaksa mengonsumsi ayam mati kemaren (tiren) karena keterbatasan dana, menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Pelatih binaraga sekaligus ketua Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang, Indra Khusnul menyebut, tidak ada pilihan lain selain membeli ayam bangkai yang dijual murah.
“Kami beli satu karung ayam tiren seharga Rp100 ribu, bisa dapat tiga karung. Tapi dari semua itu, yang layak konsumsi hanya sekitar 5 kilogram. Sisanya sudah busuk,” ujarnya, Senin (5/5/2025).
Indra mengakui, dalam ajaran agama dan secara kesehatan, tindakan tersebut jelas tidak ideal. Namun, kondisi keterbatasan anggaran membuat para atlet harus bertahan sebisa mungkin.
“Kebutuhan atlet itu tinggi. Satu orang minimal butuh satu kilogram daging per hari. Belum termasuk karbohidrat, serat, vitamin, dan suplemen. Satu atlet bisa habiskan Rp2 juta–Rp3 juta per bulan untuk suplementasi. Tapi banyak dari mereka mahasiswa, uang sakunya cuma Rp10 ribu sehari,” katanya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah memastikan seluruh anggaran untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX akan mulai dicairkan.
"Sudah saya putuskan hari ini. Semua anggaran harus cair. Termasuk untuk cabor binaraga yang memang membutuhkan perhatian khusus. Terutama soal nutrisi," tegas Nurman usai rapat konsolidasi internal di Pendopo Agung Anusopati, Senin (5/5/2025).
Nurman mengakui, sempat terjadi keterlambatan dalam pencairan anggaran. Hal itu karena prosedur administrasi keuangan pemerintah.
Hal itu memicu kekecewaan. Terutama dari para atlet dengan kebutuhan fisik dan gizi yang tinggi. Seperti atlet binaraga.
“Binaraga ini memang berbeda. Mereka tidak bisa disamakan dengan cabor lain. Karena harus mengatur puncak performa secara spesifik. Tadi saya sudah minta pengurus cabor untuk lebih intensif mengawasi agar tidak terulang,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan, kesiapan teknis Porprov Jatim sudah mencapai sekitar 75 persen. Sisa waktu ke depan akan dimaksimalkan hingga pertandingan dimulai pada 28 Juni mendatang.
Kabupaten Malang sendiri menjadi tuan rumah beberapa venue. Mulai dari Stadion Kanjuruhan, kompleks GOR, hingga Pantai Modangan untuk cabang paralayang.
“Target kita, minimal lima besar seperti tahun sebelumnya. Bahkan kalau bisa masuk empat besar,” tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

