Sambut MPLS, 170 Guru Nurul Islam Pongangan Gresik Digembleng Jadi Super Team
Agenda penyegaran ini diikuti oleh sedikitnya 170 guru lintas jenjang mulai dari MI, MTs, hingga SMK yang berada di bawah naungan yayasan.
GRESIK, SJP—Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, Yayasan Nurul Islam Pongangan, Manyar, Gresik, bergerak cepat menggenjot kapasitas SDM tenaga pendidiknya.
Langkah strategis ini diwujudkan lewat workshop intensif bertajuk "Inspirational Teachers and Super Team" yang digelar di Hotel Horison GKB Gresik, Minggu (12/7/2026).
Agenda penyegaran ini diikuti oleh sedikitnya 170 guru lintas jenjang mulai dari MI, MTs, hingga SMK yang berada di bawah naungan yayasan.
Ketua Yayasan Nurul Islam Ali Muchsin, mengaku sengaja mendatangkan trainer internasional, Dr. Nafik Palil, M.Pd., guna menyuntikkan energi positif serta menyamakan visi operasional ketiga lembaga pendidikan tersebut sebelum kalender akademik dimulai.
"Kita mendatangkan trainer internasional Dr. Nafik Palil, M.Pd, untuk mensinergikan ketiga lembaga beserta pegawai supaya memiliki energi positif sebelum MPLS atau kegiatan belajar mengajar dimulai," kata Ali.
Ali menegaskan, investasi pada peningkatan kapasitas guru ini diharapkan mampu mengubah paradigma pendidikan di lingkungan yayasan menuju pola pembelajaran yang lebih modern.
Menurutnya, pendekatan dunia pendidikan saat ini sudah jauh bergeser dibanding era dua dekade lalu, di mana kolaborasi tim menjadi kunci utama keberhasilan sekolah.
"Target kami jelas, mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki adab yang baik. Di sisi lain, hard skill siswa juga akan terus diasah sesuai perkembangan zaman. Bahkan secara spesifik, untuk jenjang MI, kami menargetkan anak-anak sudah bisa tahfidz atau minimal hafal Juz 30 saat lulus nanti," papar Ali.
Sementara itu, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam, Farida Rahmawati, mengungkap sebagai peserta diajak menyatukan visi misi dan berkolaborasi didalam Yayasan Nurul Islam sehingga menciptakan generasi yang unggul, agamis, dan ilmunya bisa diterapkan ke jenjang lebih tinggi.
"Jadi nanti di MPLS atau Matamuda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) apa yang sudah lamo terima whorkshop akan kami terapkan di putra putri anak didik kami," pungkasnya. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

