Polisi di Jember Bantu Ekonomi Masyarakat dengan Tanam Jamur
JEMBER, SJP—Luar biasa yang dilakukan salah seorang polisi yang berdinas di Polsek Semboro Kabupaten Jember. Dia bertekad membantu perekonomian masyarakat dengan manfaatkan limbah pengolahan tebu (blotong) yang bisa mengeluarkan jamur setiap waktu.
Namanya Zainul. Polisi berpangkat Aipda asal Kecamatan Semboro yang juga seorang bhabinkamtibmas tersebut memanfaatkan lahan kosong tepat di depan Polsek Semboro.
Lahan tersebut ditimbun dengan limbah tebu atau blotong agar bisa menghasilkan jamur yang bisa dikonsumsi masyarakat dan bisa dijual untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Aipda Zainul menceritakan, sejak dulu masyarakat di sekitar Pabrik Gula (PG) Semboro sering mencari jamur saat pabrik sedang buka giling.
Hal itu yang membuat Aipda Zainal mempunyai inisiatif untuk menumpuk blotong di area tersebut. Selain bisa keluar jamur, ketika kering limbah tebu tersebut bisa dijadikan pupuk tanaman bagi masyarakat dan dirinya sendiri.
"Bagi saya hal ini harus dimanfaatkan. Karena blotong tebu ini bisa keluar jamur dan banyak manfaatnya. Seperti buat pupuk dan hasilnya bagus. Jadi saya bawakan armada saya taruh di lahan kosong depan polsek. Masyarakat tiap hari datang mencari jamur selain bisa dijual dengan harga per kilo lumayan mahal juga nantinya blotong kering buat pupuk saya," katanya, Sabtu (19/7/2025).
Aipda Zainul menjelaskan, setiap hari limbah tebu tersebut bisa keluar jamur. Siklus itu berlangsung terus menerus hingga limbah itu kering.
"Ini bernilai ekonomis tinggi, dan gratis juga saya minta limbah dari PG. Jadi masyarakat selain dapat uang ketika dijual juga bisa dimasak sendiri. Jamur keluar setiap saat hitungan jam dan terus menerus," ungkapnya.
Tidak hanya itu saja, sejumlah mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Semboro juga sering datang untuk melakukan penelitian jamur dan limbah ini.
"Ini ada teman teman fakultas gabungan yang KKN di Kecamatan Semboro guna melakukan penelitian jamur blotong dari limbah tebu tersebut," jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga pencari jamur dari Kecamatan Sumberbaru bernama Inez Setya Ningrum mengaku senang karena ada limbah tebu penghasil jamur. Dia bisa mendapatkan jamur dengan gratis.
"Bagi saya ini luar biasa. Karena selain bisa mencari cuan dari jamur juga bisa dikonsumsi. Selain itu juga bisa membawa anak-anak sekalian jalan-jalan. Untuk harga per kilo sekarang kisaran 25 ribu rupiah," ucap ibu satu anak itu.
Terpisah, Diputra Risman, Manager Akutansi, Keuangan dan Umum PT SGN Pabrik Gula Semboro mengatakan, blotong adalah produk samping yang dihasilkan dari pengolahan tebu selain produk gula dan tetes.
"Blotong berguna bagi pupuk organik. Selain itu blotong juga berguna untuk media tanam jamur. Banyak warga untuk menambah pendapatan di rumah tangganya, dengan cara budi daya jamur dengan media blotong dan jika masyarakat mau kita berikan secara gratis," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

