Revitalitasi Hi-Tech Mall Surabaya: Dari Surga Elektronika Menjadi Pusat Kreatif Anak Muda
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan, Hi-Tech Mall akan direvitalisasi dan beroperasi bertahap sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) dan ruang ekspresi untuk arek-arek (anak muda) Surabaya mulai 31 Mei 2026.
SURABAYA, SJP - Sekian lama cahaya Hi-Tech Mall Surabaya meredup. Muncul secercah harapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi; bangunan yang berdiri di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) ini. Dari surga elektronika akan beroperasi bertahap sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) dan ruang ekspresi untuk arek-arek (anak muda) Surabaya mulai 31 Mei 2026.
Hi Tech Mall pernah menjadi magnet bagi pencari komputer, perangkat elektronik, hingga jasa perbaikan teknologi dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Indonesia timur. Awalnya dikenal sebagai bagian dari kawasan THR Surabaya, Hi Tech Mall kemudian berkembang menjadi pusat perbelanjaan dan pada awal 2000-an bertransformasi menjadi sentra elektronik dan teknologi informasi.
Di masa jayanya, Hi-Tech Mall menjadi rujukan utama warga untuk merakit komputer, membeli laptop, hingga mencari perangkat teknologi dengan harga bersaing.
Namun, perubahan pola belanja, persaingan dengan platform daring, munculnya pusat perbelanjaan modern, serta pandemi COVID-19 perlahan menggerus aktivitas di dalam gedung tersebut. Persepsi publik pun berkembang bahwa Hi-Tech Mall telah “tutup”.
Faktanya, Hi-Tech Mall tidak pernah benar-benar berhenti beroperasi. Sejumlah pedagang elektronik masih bertahan dan berpusat di lantai satu. Hanya saja, kondisi gedung yang menua, minim perawatan, serta berkurangnya pengunjung membuat suasananya terlihat sepi dan memprihatinkan.
Kondisi itulah yang mendorong Pemkot Surabaya untuk mengambil langkah revitalisasi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga perubahan fungsi dan identitas kawasan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sendiri sempat mengunjungi Hi-Tech Mall pada 14 Januari 2026 lalu, ia mengungkapkan bahwa revitalisasi Hi-Tech Mall kini sudah berjalan dan ditargetkan mencapai tahap awal operasional pada Hari Jadi Kota Surabaya, 31 Mei 2026.
Saat ini, Pemkot masih melakukan perbaikan gedung sekaligus pendataan pelaku ekonomi kreatif yang akan difasilitasi masuk ke dalam kawasan tersebut.
"Insya Allah kita akan berikan gratis (sewa) selama enam bulan itu," kata Eri Cahyadi saat meninjau Hi-Tech Mall, dikonfirmasi Minggu (18/1/2026).
Target awal revitalisasi difokuskan pada pemanfaatan basement dan lantai dasar, yang diharapkan sudah bisa dimaksimalkan pada Mei mendatang. Sementara itu, lantai satu hingga lantai tiga diupayakan dapat segera menyusul dan digunakan sebagai ruang pertunjukan serta aktivitas anak muda.
"Target sudah selesai saat Hari Jadi Kota Surabaya tanggal 31 Mei mendatang, itu minimal basement dan lantai G sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Selain fungsi, tampilan fisik Hi-Tech Mall juga akan berubah signifikan. Pemkot menargetkan penyelesaian tahap finishing, termasuk dekorasi dan pembaruan visual bangunan agar tampil lebih menarik dan relevan dengan konsep baru.
"Perbaikan Hi-Tech Mall tinggal finishing gedung dan memberi dekorasi agar tampilan baru lebih menarik," ujar Eri.
Perubahan fasad dan penataan pilar menjadi bagian penting untuk menghilangkan kesan kusam dan tua yang selama ini melekat pada Hi-Tech Mall.
"Setelah diperbaiki, tempat ini akan menjadi pusat hiburan anak-anak, ekonomi kreatif, olahraga, hingga tempat berkumpulnya anak muda Kota Surabaya," ujar Eri Cahyadi.
Pemkot juga berencana menggandeng pelaku usaha food and beverage untuk meramaikan aktivitas di dalam gedung. Bahkan, sejumlah arena olahraga seperti boxing dan pickleball akan dihadirkan dan dihubungkan langsung dengan area kuliner.
"Kalau yang bawah sudah dibuat, sudah digunakan kan, ono boxing ya pickleball. Wis macam-macam lah. Nah itu nanti di situ kita akan connect-kan dengan FNB," kata Eri.
Sebagai daya tarik awal, Pemkot Surabaya akan menggratiskan biaya sewa stan selama enam bulan pertama bagi pelaku ekonomi kreatif yang masuk.
Pendataan penyewa dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dan terbuka bagi siapa saja, khususnya anak muda yang ingin mengembangkan usaha maupun aktivitas komunitas.
"Jadi ada beberapa perbaikan yang akan kita lakukan sekaligus teman-teman pariwisata mendata ekonomi kreatif anak-anak yang akan masuk ke sini," ucap Eri.
Menariknya, identitas Hi-Tech Mall juga masih terbuka untuk berubah. Pemkot berencana menyayembarakan nama baru gedung tersebut agar selaras dengan konsep revitalisasi.
"Untuk namanya nanti kita sayembarakan lagi," ucapnya, sembari mengingatkan pada desain baru Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya yang juga merupakan hasil sayembara.
Di tengah perubahan besar tersebut, Pemkot memastikan pedagang elektronik lama tidak akan dipindahkan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono yang menyebut fokus perbaikan hanya menyasar fasad gedung.
"Pedagang elektronik pada bagian lantai satu masih tetap bisa berjualan. Jadi nggak dipindah, tetap di lantai satu," tegas Iman, Minggu (17/1/2026).
Kebijakan tersebut diambil agar proses revitalisasi tidak mematikan aktivitas ekonomi yang masih berjalan, sekaligus menjaga identitas Hi-Tech Mall sebagai pusat elektronik.
Revitalisasi Hi-Tech Mall menjadi babak baru bagi ruang ikonik Surabaya yang sempat meredup. Setelah sebelumnya revitalisasi THR sukses dan kini kerap dimanfaatkan untuk berbagai acara, kini akankah wajah baru Hi-Tech Mall menghidupkan kembali denyut di sisa kawasan eks THR. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

