Banjir Terparah di Pesisir Probolinggo: Warga Gotong Royong Selamatkan Lansia dan Anak

Bencana banjir yang melanda kawasan pesisir di Dusun Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Sabtu malam (17/1/26) ini yang terparah. Puluhan rumah terendam air dengan ketinggian yang mengkhawatirkan.

18 Jan 2026 - 08:12
Banjir Terparah di Pesisir Probolinggo: Warga Gotong Royong Selamatkan Lansia dan Anak
Petugas dibantu warga membantu evakuasi lansia dan anak-anak terdampak banjir Sumberasih. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Ketika kawasannya dilanda banjir parah, warga bergotong-royong menyelamatkan orang lanjut usia dan anak-anak. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu mengevakuasi lansia dan anak-anak dari rumah yang mulai terendam air setinggi dada orang dewasa.

Bencana banjir yang melanda kawasan pesisir di Dusun Bibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Sabtu malam (17/1/26) ini yang terparah. Sebanyak 65 rumah terdampak dan 150 jiwa harus berjuang menghadapi arus air yang masuk ke dalam rumah.

Musibah ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sejak pukul 18.00 WIB, yang diperparah dengan fenomena pasang air laut. Kombinasi faktor alam ini menyebabkan debit air meningkat drastis dan mencapai puncaknya pada pukul 20.00 - 22.00 WIB, hingga air masuk ke permukiman warga dengan kedalaman antara 1 hingga 1,5 meter.

Kondisi tersebut memaksa warga setempat melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan kelompok rentan, terutama lansia dan anak-anak. Mengingat arus air yang cukup deras, proses penyelamatan dilakukan secara manual namun terukur.

Warga memanfaatkan perahu yang diikat pada kedua ujungnya sebagai sarana evakuasi agar tidak terbawa arus yang kuat. Suasana mencekam sempat menyelimuti lokasi saat air mulai menelan lantai rumah warga.

Salah satu warga yang menjadi korban, Suni, menceritakan detik-detik menegangkan saat rumahnya mulai terendam. Ia sempat mencoba menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya bantuan datang menjemputnya.

“Saat air masuk ke rumah, saya berusaha naik ke tempat yang lebih tinggi hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga,” kenang Suni sesaat setelah berhasil mencapai lokasi yang aman.

Berkat kesigapan warga dan gotong royong, dalam waktu sekitar 30 menit, seluruh warga yang terjebak berhasil dipindahkan ke area yang tidak terjangkau air.

Kepala Desa Lemah Kembar, Hariyanto, memberikan perhatian serius terhadap insiden ini. Berdasarkan pendataan awal, banjir kali ini mencakup satu dusun penuh yang terdiri dari 65 unit rumah dengan total sekitar 150 jiwa yang terdampak.

Meskipun wilayah Dusun Bibis memang dikenal sebagai daerah rawan genangan, Hariyanto menegaskan bahwa peristiwa tahun ini merupakan anomali karena skalanya yang luar biasa besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Situasi darurat ini membuat pihak desa mendesak adanya bantuan logistik dan pemulihan dari pemerintah daerah secepat mungkin. “Ini merupakan banjir terparah. Sejumlah warga harus dievakuasi, dan kami berharap warga terdampak dapat segera memperoleh bantuan dari pemerintah,” tegas Hariyanto.

Hingga saat ini, warga masih bersiaga sambil menunggu air surut, sembari melakukan pembersihan material pasca banjir di area pengungsian sementara. (*)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow