5 Fakta 1.328 Mahasiswa KKN Terpaksa Tinggalkan Lumajang Akibat Curanmor

Ribuan mahasiswa KKN di Lumajang terpaksa pulang akibat maraknya pencurian motor. Berikut lima fakta lengkap yang terungkap dari kasus ini.

11 Aug 2025 - 22:34
5 Fakta 1.328 Mahasiswa KKN Terpaksa Tinggalkan Lumajang Akibat Curanmor
1.328 mahasiswa KKN di Lumajang dipulangkan akibat maraknya curanmor. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani)

LUMAJANG, SJP – Suasana pengabdian masyarakat di Lumajang mendadak berubah mencekam. Maraknya pencurian sepeda motor (curanmor) memaksa ribuan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari delapan perguruan tinggi di Jember dan Lumajang menghentikan aktivitasnya lebih awal.

Sebanyak 1.328 mahasiswa yang awalnya disebar ke 102 desa kini terpaksa pulang sebelum waktunya. Keputusan diambil bukan karena program selesai, melainkan demi menyelamatkan nyawa dan harta benda mereka.

“Karena kami sudah janji menyelesaikan program, tetapi harus berhenti karena kejadian ini,” ujar Safa Faiza, mahasiswa KKN di Desa Padang, yang menjadi saksi langsung suasana tegang pasca kejadian.

Lantas, apa saja fakta yang terungkap di balik penarikan massal mahasiswa KKN ini? Berikut rangkumannya.

1. Aksi Pencurian di Tempeh Tengah Terekam CCTV

Empat sepeda motor mahasiswa raib di dua lokasi berbeda. Dua hilang di posko KKN Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, dan dua lainnya di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Ironisnya, salah satu lokasi adalah rumah kepala desa dan balai desa, tempat yang seharusnya paling aman. Aksi di Tempeh Tengah bahkan terekam kamera CCTV dan kini menjadi barang bukti penyelidikan polisi.

2. 1.328 Mahasiswa dari 8 Kampus Ditarik Pulang

Kasus ini membuat delapan kampus sepakat menarik seluruh mahasiswa KKN dari Lumajang. Mereka adalah:

  1. Universitas Jember (Unej)
  2. Universitas Lumajang
  3. Universitas Islam Negeri KH Achmad Shidiq Jember
  4. Universitas Islam Jember
  5. STKIP PGRI Lumajang
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pembangunan
  7. Universitas PGRI Argopuro Jember
  8. Politeknik Kesehatan Jember

Awalnya, mahasiswa kolaboratif ini bertugas di 102 desa. Namun, insiden curanmor bahkan di titik yang disebut “zona aman” membuat program harus dihentikan serentak.

3. Unej Pulangkan 1.070 Mahasiswa Lebih Awal

Universitas Jember menjadi yang paling terdampak dengan memulangkan 1.070 mahasiswa sekaligus. Kampus lain mengikuti langkah serupa, sementara program KKN di daerah lain yang aman tetap berjalan sesuai jadwal.

4. Bermula dari Pembobolan Kantor Desa

Di Desa Alun-alun, pelaku diduga masuk melalui jendela dapur setelah gagal membobol dinding dengan cairan kimia.

Kepala desa mengaku telah menyiapkan tempat yang dianggap aman, namun kenyataan berkata lain, pencurian justru terjadi di balai desa.

5. Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Lumajang, Eko Romadhon, menyebut keputusan ini hasil rapat besar bersama delapan kampus.

“Langkah ini diambil untuk mencegah korban berikutnya. Keamanan mahasiswa adalah prioritas utama,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, memastikan pihaknya terus mengusut kasus ini hingga pelaku tertangkap.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program pengabdian masyarakat tak hanya soal kontribusi ke desa, tapi juga soal kesiapan keamanan. Tahun ini, KKN di Lumajang berakhir lebih cepat, bukan karena program selesai, melainkan karena ancaman nyata yang tak bisa diabaikan. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow