Protes Kenaikan Pajak, Aktivis Datangi Kantor Bapenda Jombang Bawa Segalon Uang Koin
Kenaikan PBB hingga ribuan persen dianggap para aktivis memberatkan rakyat.
JOMBANG, SJP - Protes Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sejumlah aktivis di Jombang mendatangi kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sembari membawa segalon air mineral uang logam, Senin (11/8/2025).
Kedatangan rombongan aktivis tersebut lantaran adanya kenaikan pajak yang tidak wajar. Mereka menyebut, pajak yang sebelumnya sekira Rp400 ribu per tahun, kini melonjak menjadi Rp1,35 juta.
Kenaikan tidak wajar PBB tidak dibantah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang mengakui, di beberapa wilayah kenaikannya bahkan tembus hingga seribu persen.
"Saya minta bupati tegas membenahi aturan yang merugikan warga," ucap Joko Fattah Rochim perwakilan aktivis kepada wartawan.
Fattah menyebut kedatangan ke Bapenda dengan membawa uang koin dari hasil tabungan anak untuk membayar pajak sekaligus kritik kepada pemerintah.
“Ya kalau naik dari Rp300 ribu ke Rp400 ribu atau Rp500 ribu itu wajar. Tapi ini sampai Rp1 juta lebih, ya memberatkan. Koin ini celengan anak saya dari SMP sampai semester 2, karena saya memang nggak punya uang," ujar Fattah.
Di kantor Bapenda, sempat terjadi adu argumen antara Fattah dan Kepala Bapenda Jombang, Hartono. Setelah itu, koin-koin tersebut dihitung dan totalnya mencapai Rp1,3 juta, cukup untuk melunasi pajaknya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jombang, Hartono tidak menampik jika terjadi kenaikan pajak yang signifikan di kota santri. Kenaikan ini tidak bisa diukur dengan persentase pasti, karena ada yang naik dan ada yang turun.
"Memang ada beberapa yang naik sampai ribuan persen. Kenapa? Karena kasusnya sama seperti di daerah lain, lama sekali tidak dilakukan pembaruan data (updating)," beber Hartono.
Di Jombang, proses pembaruan data itu sudah dilakukan pada 2024.
"Hasilnya, banyak objek pajak yang nilainya ternyata sudah tidak sesuai, sehingga terpantau ada yang melonjak cukup tinggi," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

