5 Dampak Berbahaya Gas Air Mata yang Tak Bisa Disepelekan
Gas air mata kembali jadi sorotan usai digunakan aparat dalam pembubaran massa. Meski terlihat sepele, zat kimia ini bisa sebabkan gangguan serius: iritasi, sesak napas, reaksi alergi, hingga dampak jangka panjang.
SUARAJATIMPOST.COM – Gas air mata kembali jadi sorotan setelah digunakan aparat dalam pembubaran massa aksi demonstrasi dan kerusuhan beberapa waktu terakhir.
Meski sekilas terlihat hanya bikin perih sesaat, faktanya zat kimia ini bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang punya penyakit paru-paru atau asma.
Kandungan Kimia Pemicu Reaksi Cepat
Pakar kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahwa gas air mata biasanya mengandung senyawa kimia berbahaya, mulai dari chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), hingga dibenzoxazepine (CR). Zat inilah yang memicu reaksi cepat begitu masuk lewat pernapasan atau terkena kulit.
Lima Dampak Serius Gas Air Mata
Berikut dampak yang harus diwaspadai masyarakat saat terpapar gas air mata:
- Iritasi pada mata, hidung, dan mulut
Gejalanya berupa rasa terbakar, mata perih hingga pandangan kabur, mulut kering, bahkan luka mirip terbakar akibat bahan kimia. - Gangguan pernapasan
Paparan bisa membuat dada terasa berat, tenggorokan tercekik, batuk, dan sesak napas. Pada penderita asma atau PPOK, risiko bisa meningkat hingga gagal napas. - Reaksi alergi dan luka kulit
Gas air mata dapat menimbulkan ruam, iritasi, hingga luka bakar kimia pada kulit yang terpapar langsung. - Kepanikan dan dampak psikologis
Rasa panik yang muncul saat terkena paparan justru memperburuk kondisi karena penderita kesulitan mengendalikan napas. - Risiko jangka panjang
Meski umumnya dampak bersifat akut, paparan dosis tinggi di ruang tertutup berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kronis.
Faktor Penentu Tingkat Bahaya
Menurut Prof. Tjandra, tingkat risiko gas air mata dipengaruhi oleh besar dosis, kondisi kesehatan individu, lokasi paparan (ruang terbuka atau tertutup), serta faktor lingkungan seperti arah angin.
Cara Bertahan Saat Terpapar
Ada beberapa langkah darurat yang disarankan pakar:
- Segera menjauh dari lokasi paparan.
- Jangan mengandalkan masker atau kacamata, apalagi odol di bawah mata. Itu hanya memicu air mata, bukan perlindungan utama.
- Hindari mengucek mata atau hidung dengan tangan.
- Lepas pakaian yang terkena paparan, segera cuci bersih, dan jangan ditarik melewati kepala.
- Gunakan inhaler bagi penderita asma setelah berada di area aman.
Gas air mata bukan sekadar alat pengendali massa. Jika tak ditangani dengan benar, dampaknya bisa jauh lebih serius daripada sekadar rasa perih di mata. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

