Alarm HIV di Gresik, Kelompok Gay Jadi Faktor Risiko Tertinggi Penularan

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, faktor risiko tertinggi penularan kini didominasi oleh kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau gay.

02 Dec 2025 - 14:56
Alarm HIV di Gresik, Kelompok Gay Jadi Faktor Risiko Tertinggi Penularan
Foto: Pemeriksaan Mobile VCT gratis guna membantu mendeteksi awal kemungkinan masyarakat yang berisiko di Gresik. (Foto: Anis /SJP)

GRESIK, SJP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat pergeseran signifikan dalam pola penularan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di wilayah setempat. 

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, faktor risiko tertinggi penularan kini didominasi oleh kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau gay.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, Puspita Whardani, mengungkapkan bahwa faktor risiko penularan dari kelompok LSL mencapai 14 persen dalam periode Januari hingga Agustus 2025. 

Selama periode tersebut, tercatat sebanyak sedikitnya ada 197 kasus baru Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang berhasil diidentifikasi.

"Saat ini, di Gresik, faktor risiko penularan tertinggi adalah LSL, Lelaki Seks dengan Laki-laki," tegas Puspita Whardani, Selasa (2/12/2025).

Ia menjelaskan, persentase penularan dari kelompok LSL ini mulai menunjukkan kenaikan signifikan sejak tahun 2024. Faktor risiko ini terungkap melalui penelusuran riwayat penularan yang dilakukan saat ODHA teridentifikasi positif.

Menurutnya, tingginya faktor risiko pada kelompok LSL ini merupakan temuan baru yang mendesak di Kabupaten Gresik. 

Meski persentasenya 14 persen, Puspita menyebutkan bahwa secara kumulatif, faktor risiko LSL melebihi faktor risiko lain seperti pasangan ODHA, Wanita Pekerja Seksual (WPS), transgender, Pengguna Napza Suntik (Penasun), dan lainnya.

"Dibanding jumlah persentase, jika dari semuanya dijumlahkan, paling banyak faktor risiko LSL," jelasnya.

Menyikapi temuan ini, Dinkes Gresik telah mengambil langkah strategis untuk menekan laju penularan HIV. Puspita melanjutkan, pihaknya tengah memperkuat strategi penanggulangan HIV melalui berbagai upaya yang melibatkan lintas sektor, mulai dari Puskesmas hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam momentum Peringatan Hari AIDS 2025, Dinkes Gresik juga gencar menggelar pemeriksaan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) secara gratis. Langkah ini bertujuan untuk membantu deteksi dini pada masyarakat berisiko.

"Deteksi dini adalah kunci utama dalam penanganan HIV. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat penanganan bisa diberikan," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow