KOTA PROBOLINGGO, SJP - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo telah menyelenggarakan musyawarah kerja cabang (muskercab) di Yayasan LKSA YPTNU Kota Probolinggo, Ahad (8/12/2024).
Ketua PCNU Kota Probolinggo, Arbai Hasan menjelaskan, muskercab itu merupakan langkah awal dalam merumuskan program kerja NU untuk lima tahun ke depan. Berbagai rekomendasi digagas dan diputuskan dalam forum musyawarah NU tersebut.
"Muskercab ini telah menghasilkan sejumlah rumusan program kerja NU Kota Probolinggo untuk masa depan. Program kerja ini menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya, Senin (9/12/2024).
Setelah memperhatikan dinamika sosial, politik, budaya, dan ekonomi saat ini, forum musyawarah tertinggi kedua setelah konferensi cabang (konfercab) itu merekomendasikan beberapa hal penting untuk internal maupun eksternal NU.
Rekomendasi itu antara lain, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pondok pesantren dan madrasah diniah. Hal itu dapat dilakukan dengan memfasilitasi para santri berprestasi dengan beasiswa.
Kemudian, PCNU Kota Probolinggo akan bekerja sama dengan Pemkot Probolinggo dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menangkal paham radikalisme. Cara yang bisa dilakukan yaitu menyosialisasikan moderasi beragama untuk menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.
PCNU Kota Probolinggo juga bekerja sama dengan Pemkot Probolinggo dan instansi terkait, dalam menangkal penyebaran human immunodeficiency virus (HIV), penurunan angka stunting, perkawinan anak, masalah lingkungan hidup, polusi, dan dampak limbah industri.
NU Kota Probolinggo juga mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Probolinggo. Cara yang diusulkan yaitu dengan program peningkatan skill dan bantuan modal usaha.
Pemkot Probolinggo juga diminta untuk memberikan kemudahan dalam akses kesehatan, pendidikan, dan layanan kependudukan lainnya. Kemudian menanggulangi kawasan kumuh dan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah juga didorong untuk rutin menggelar kegiatan keagamaan secara periodik. Baik setiap triwulan, semester, atau tahunan. Kegiatan itu dapat dikemas berupa festival atau sejenisnya. Hal itu sebagai bentuk apresiasi bagi para santri dan pelajar.
NU Probolinggo juga mendorong kecamatan dan kelurahan se-Kota Probolinggo untuk melibatkan pengurus ranting atau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan badan otonom (banom) dalam kegiatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Kemudian Pemkot Probolinggo didesak untuk memperkuat bekerja sama dengan aparat keamanan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, judi online, dan minuman keras yang dapat merusak mental generasi muda.
PCNU Kota Probolinggo juga mendesak pemerintah menerbitkan regulasi tentang pengaturan tempat hiburan malam, karaoke, dan tempat maksiat lainnya. Peraturan itu dapat berupa peraturan daerah (perda) atau peraturan wali kota (perwali).
Menurut warga NU Kota Probolinggo, hiburan malam semacam itu dapat mencederai budaya dan karakter masyarakat Kota Probolinggo. Terlebih lagi Probolinggo dikenal luas sebagai kota santri. Pemerintah diminta untuk tidak memberikan izin terhadap tempat hiburan malam.
Selain itu, semua pihak diminta untuk melestarikan budaya dan sejarah NU. Serta mengantisipasi pembelokan sejarah NU yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kemudian, PCNU Kota Probolinggo mengimbau masyarakat, khususnya warga Nahdliyin untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan keharmonisan agar tetap terjaga kondusifitas Kota Probolinggo usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Kemudian para pasangan calon dalam pilkada berikut seluruh pendukung dan relawannya diimbau agar tidak larut dalam euforia berlebihan. Terutama bagi yang memenangi pilkada. Sebab, sejatinya kemenangan dan jabatan merupakan kehendak dari Allah.
Begitu juga bagi calon yang tidak terpilih, diimbau agar menerima kenyataan politik sebagai bagian dari proses demokrasi. Sehingga diharapkan tetap berkomitmen dan bekerja sama dalam membangun Kota Probolinggo menjadi lebih baik.
Semua rekomendasi yang dihasilkan dalam muskercab itu merupakan upaya PCNU Kota Probolinggo untuk terlibat aktif dalam pembangunan Kota Probolinggo yang lebih baik. Rekomendasi itu akan terus dikawal hingga terealisasi secara efektif. (*)
Editor: Ali Wafa