Yayasan Pendidikan di Jombang Tolak Program MBG Presiden Prabowo, Ini Alasannya!
Penolakan dilakukan oleh pihak yayasan karena pertimbangan penyaluran MBG bisa lebih mengedepankan sasaran sekolah atau yayasan yang lebih membutuhkan.
JOMBANG, SJP - Yayasan pendidikan Roushon Fikr di Kabupaten Jombang secara terbuka menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo. Bukan tanpa alasan, penolakan program MBG disarankan lebih menyasar sekolah atau yayasan yang lebih membutuhkan.
Ketua Yayasan Roushon Fikr, Didin A. Sholahuddin atau Gus Didin menyampaikan jika yayasannya sudah memiliki sistem dapur umum sendiri. Pihak yayasan mempekerjakan sebanyak 17 tenaga dapur dengan 1.300 porsi setiap hari yang harus disediakan untuk siswa dan tenaga pendidik.
"Kalau kami ikut MBG, bisa mengorbankan pekerja yang sudah lama bersama kami,” ucap Gus Didin dalam pesan diterima, Jumat (26/9/2025).
Gus Didin lebih mempersilakan pemerintah untuk mengarahkan MBG pada sekolah yang punya keterbatasan fasilitas maupun pembiayaan.
“Kalau kami ikut menerima, justru terasa tidak pantas. Ada banyak anak-anak di desa-desa yang lebih layak menjadi prioritas,” terangnya.
Baginya, pendistribusian MBG mesti disasarkan pada daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. Dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tentu mengetahui data kemiskinan tersebut.
Disamping itu, meskipun yayasan menolak program MBG sejak tahap awal dengan dasar pertimbangan yang ada, tapi tetap membuka diri jika ada penyaluran MBG dari pemerintah. Dengan catatan jika penyaluran tersebut terjadi pada tahap akhir.
"Tapi, prioritas utama tetap harus untuk siswa yang benar-benar membutuhkan," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

