Wereng Cokelat Serang 238 Hektare Sawah di Durenan, Trenggalek
Wereng cokelat menyerbu sawah Durenan, petani pun panik. Sudah disemprot drone, tapi hama seolah tidak peduli. Ternyata teknologi canggih belum bisa kalahkan si kecil pengacau panen.
TRENGGALEK, SJP — Serangan hama wereng cokelat melanda sekitar 238 hektare tanaman padi di 12 desa Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani akan risiko gagal panen atau puso.
Camat Durenan, Ahmad Zuhdan, menyampaikan tingkat serangan bervariasi. Dua desa paling parah terdampak adalah Pandean seluas 35 hektare dan Malasan 30 hektare.
Desa lain yang terdampak antara lain Kendalrejo (25 ha), Durenan (20 ha), Ngadisuko (25 ha), Karanganom (20 ha), Sumbergayam (20 ha), Baruharjo (20 ha), Pakis (15 ha), Panggungsari (10 ha), Kamulan (8 ha), dan Semarum (10 ha).
Tanaman padi yang terserang menunjukkan gejala kerusakan seperti daun menguning, batang melemah, serta bulir padi tidak berkembang normal.
“Beberapa di antaranya terancam puso,” kata Zuhdan.
Upaya pengendalian sudah dilakukan, termasuk penyemprotan insektisida secara mandiri oleh petani dan dengan dukungan teknologi drone.
“Beberapa waktu lalu juga ada penyemprotan di wilayah terdampak dengan drone,” jelasnya.
Namun, serangan hama yang masif membuat sebagian petani kewalahan, terutama di lahan yang sudah mengering sehingga sulit ditangani secara optimal.
“Hama ini menyerang secara masif dan sebagian area sawah yang padinya sudah kering kini sulit ditangani,” ungkap Zuhdan.
Pemerintah kecamatan saat ini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik dalam menangani wabah wereng ini guna menjaga ketahanan pangan lokal. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

