Waspada TBC, Warga Serbu Layanan Rontgen dan CKG Gratis di Gresik

peserta yang mengikuti SSTB ini diprioritaskan kepada pasien yang beresiko terkena atau tertular TBC oleh lingkungannya.

22 Apr 2026 - 19:50
Waspada TBC, Warga Serbu Layanan Rontgen dan CKG Gratis di Gresik
Pasien saat pemeriksaan skrining kesehatan paru-paru dan layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya mitigasi penyakit menular. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP - Guna memetakan dan menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini, puluhan warga di Kecamatan Gresik mengikuti skrining kesehatan paru-paru gratis di Balai Kelurahan Kroman, Rabu (22/4/2026).

Selain rontgen, warga juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya mitigasi penyakit menular.

​Dokter penanggung jawab TBC, Lela, mengatakan layanan ini sebagai salah satu upaya bersama antara pemerintah dan lembaga terkait dalam rangka menanggulangi kasus TBC. 

"Maka harapannya dengan melakukan Skrining Sistematis Tuberkulosis atau disingkat SSTB ini dapat menekan kasus dan penularan TBC," kata Lela.

Lela menyampaikan, peserta yang mengikuti SSTB ini diprioritaskan kepada pasien yang beresiko terkena atau tertular TBC oleh lingkungannya. 

Sejumlah pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes juga menjadi prioritas melalukan SSTB. 

"Kemudian pasien-pasien populasi tertentu seperti penyandang ODHIV, Orang dengan HIV," jelasnya. 

Menurut Lela, peserta akan dilakukan foto rontgen untuk selanjutnya diperiksa apakah ada gejala penyakit Tuberkulosis.

Apabila mengarah ke Tuberkulosis, ia menyebut akan dilanjutkan prosedur pemeriksaan kulit untuk mendeteksi paparan kuman tuberkulosis atau Tes Mantoux untuk menentukan apakah pasien betul-betul TBC atau tidak.

"Jadi nanti ada pengobatannya kalau memang itu positif. Kalau yang negatif tapi beresiko atau dia ada kontak erat, biasanya kita berikan namanya TPT atau Terapi Pencegahan Tuberkulosis," jelasnya. 

Menurut dia, penyebaran kasus Tuberkulosis ini paling banyak disebabkan oleh budaya kumpul-kumpul tanpa disertai masker saat bersama pasien Tuberkulosis. 

"Tapi kebanyakan pasien-pasien yang datang skrining karena penyakit kronis. Jadi yang punya riwayat diabet sama darah tinggi gitu. Lainnya yang pernah kontak erat berhubungan dengan pasien TBC di keluarganya," tandasnya. 

Sementara itu, mitra penyelenggara koordinator Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Gresik, Anggiat, mengungkap menyasar 200 peserta per hari untuk menargetkan temuan kasus Tuberkulosis. 

Ia menyebut, di wilayah Kabupaten Gresik menargetkan temuan sebanyak 21.744 kasus.

"Ini dilakukan mulai 14 April 2026 lalu," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow