Waspada! Kebiasaan Minum Teh Ini Bisa Picu Gangguan Usus
Delapan kebiasaan minum teh yang sering dianggap sepele ternyata dapat memicu gangguan usus. Simak cara aman mengonsumsi teh agar tetap menyehatkan.
SUARAJATIMPOST.COM – Teh selama ini dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Kandungan antioksidannya dipercaya mampu membantu menangkal radikal bebas, menjaga konsentrasi, serta mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Namun, cara mengonsumsi teh yang kurang tepat ternyata bisa berdampak kurang baik bagi sistem pencernaan, khususnya usus. Beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele justru berpotensi memicu gangguan jika dilakukan terus-menerus.
Berikut delapan kebiasaan minum teh yang perlu diwaspadai:
1. Minum Teh Saat Perut Kosong
Mengonsumsi teh ketika perut belum terisi dapat merangsang produksi asam lambung akibat kandungan tanin. Hal ini bisa menimbulkan rasa mual, perih, hingga tidak nyaman di perut. Jika dilakukan berulang, kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan saluran cerna. Sebaiknya minum teh sekitar 20–30 menit setelah makan.
2. Menambahkan Gula Secara Berlebihan
Teh manis memang menggugah selera, tetapi asupan gula yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Konsumsi gula berlebih juga berpotensi memicu peradangan dan membuat pencernaan kurang lancar. Kurangi gula secara bertahap atau gunakan pemanis alami secukupnya.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Teh Detox
Teh detox atau teh pelangsing kerap dipilih untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, sebagian produk mengandung zat bersifat laksatif yang jika dikonsumsi terus-menerus bisa menyebabkan diare dan iritasi usus. Pilih teh alami seperti teh hijau atau teh herbal yang lebih aman untuk dikonsumsi rutin.
4. Minum Teh dalam Keadaan Terlalu Panas
Teh yang masih sangat panas dapat mengiritasi lapisan saluran pencernaan. Konsumsi minuman bersuhu terlalu tinggi secara berulang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada lambung dan usus. Biarkan teh hangat terlebih dahulu sebelum diminum.
5. Mengonsumsi Teh Larut Malam
Kandungan kafein dalam teh dapat mengganggu kualitas tidur jika diminum menjelang waktu istirahat. Padahal, pola tidur yang terganggu bisa berdampak pada sistem pencernaan karena usus juga mengikuti ritme biologis tubuh. Jika ingin minum teh di malam hari, pilih jenis bebas kafein seperti teh herbal.
6. Minum Teh Secara Berlebihan
Mengonsumsi teh terlalu banyak tidak selalu berarti lebih sehat. Asupan tanin dan kafein berlebih dapat menyebabkan perut kembung, gangguan penyerapan zat besi, hingga rasa tidak nyaman di saluran cerna. Batasi konsumsi sekitar 2–4 cangkir per hari sesuai kebutuhan.
7. Tidak Memperhatikan Kualitas Teh
Teh yang disimpan sembarangan atau sudah terlalu lama bisa terkontaminasi dan kurang baik bagi kesehatan. Selain itu, penggunaan kantong teh berbahan tertentu juga perlu diperhatikan. Pilih produk berkualitas dan simpan di tempat kering serta tertutup rapat.
8. Menyeduh Terlalu Pekat
Teh yang terlalu pekat mengandung kadar tanin dan kafein lebih tinggi. Konsumsi berlebihan dapat membuat pencernaan kurang nyaman dan berisiko menyebabkan sembelit. Gunakan takaran wajar agar manfaat teh tetap terasa tanpa menimbulkan efek samping.
Pada dasarnya, teh tetap menjadi minuman yang bermanfaat jika dikonsumsi secara bijak. Perhatikan waktu, jumlah, serta cara penyajiannya agar kesehatan usus tetap terjaga. (**)
Penulis:Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri
What's Your Reaction?

