Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Jember akan Jalani Operasi Tenggorokan
JEMBER, SJP - Pelaku pembunuhan berinisial AK (18), warga Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Soebandi Jember kondisinya dikabarkan sudah membaik.
Informasinya, pada Rabu (29/1/2025) besok, AK akan menjalani operasi leher akibat luka yang disebabkan aksi bunuh diri usai memenggal kepala ayah kandungnya pada Senin (27/1/2025) dini hari.
"Akbar itu anaknya sangat baik dan pendiam. Sehari-hari memang di kamar bermain game online. Sebelum kejadian itu, paginya bersama bapaknya tanam pohon sengon," ungkap salah satu keluarga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (28/1/2025).
Dia juga menjelaskan, sebelum membunuh ayahnya, pelaku sempat meminta dibelikan motor kepada ayahnya. Permintaan itu pun dipenuhi oleh ayahnya.
"Jadi bapak dan anak tersebut memang sangat akrab, dan juga yang bersangkutan sudah dibelikan motor," ucapnya.
Saat kejadian, istri korban atau ibu pelaku sedang tidak berada di rumah. Ibu pelaku sedang mencari obat untuk anaknya kepada salah seorang kiai. Setibanya di rumah, peristiwa pembunuhan itu sudah terjadi.
"Saya kira bukan depresi. Namun karena bermain game. Jadi menurut, teriak-teriak, mungkin dikira adik Akbar depresi," ujarnya.
Dia menduga, pada malam itu pelaku berhalusinasi karena merasa kecapean usai bermain game online. Sehingga saat melihat ayahnya, pelaku merasa bahwa ayahnya itu adalah musuhnya.
"Karena sehabis membunuh, yang bersangkutan bunuh diri. Karena dirinya tersadar, kalau menurut saya," sambungnya.
Sementara itu, Kapolsek Puger AKP Fachtur Rohman menuturkan, kondisi pelaku kini telah membaik. Besok akan dilakukan operasi tenggorokan di Rumah Sakit Soebandi, Kabupaten Jember.
"Kondisi korban membaik. Besok akan dilakukan operasi tenggorokan oleh pihak medis dr RS Soebandi," terangnya, Selasa (28/1/2025).
Untuk diketahui, korban Zaenuri merupakan seorang pengusaha toko bangunan di desa setempat. Korban meninggal lima orang anak. Atas kejadian ini, pihak keluarga hanya bisa mehana pedih yang mendalam. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

