Warga Miskin di Warujayeng Nganjuk Sudah Terdaftar di DTKS dan Diusulkan Bedah Rumah
Nantinya, pihak kelurahan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan bantuan tepat waktu dan tepat sasaran, serta memberikan solusi terhadap masalah sosial yang ada di masyarakat.
NGANJUK, SJP - Suparno, Kepala Kelurahan (Lurah) Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom mengklarifikasi perihal status warga miskin di wilayahnya yang sempat menjadi sorotan.
Suparno saat ditemui di Kantor Kelurahan Warujayeng menegaskan, Sumarni warga RT 1 RW 4 Lingkungan Bukurejo yang dimaksud telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang merupakan database resmi pemerintah untuk identifikasi penerima bantuan sosial.
Menurutnya, proses pendaftaran warga miskin ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Warga yang tercatat dalam DTKS, katanya, memenuhi kriteria untuk memperoleh bantuan dari pemerintah, seperti program bantuan langsung.
Tidak hanya itu, Suparno juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan program bedah rumah untuk warga tersebut.
Bedah rumah menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
"Dengan adanya usulan bedah rumah ini, kami berharap bisa membantu mengatasi masalah tempat tinggal bagi warga yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang memang sudah terdaftar di DTKS," ujar Suparno.
Pernyataan ini muncul setelah adanya keluhan dari beberapa warga terkait kondisi tempat tinggal mereka yang tidak layak.
Keluhan tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, dan pihak kelurahan langsung mengambil langkah untuk mengklarifikasi dan menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah.
Kepala Kelurahan juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan bahwa data yang terdaftar di DTKS selalu diperbarui agar program bantuan bisa tepat sasaran.
Dengan adanya transparansi dan pengusulan bedah rumah, diharapkan program-program pemerintah dapat lebih efektif dalam membantu masyarakat yang kurang mampu.
Nantinya, pihak kelurahan akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan bantuan tepat waktu dan tepat sasaran, serta memberikan solusi terhadap masalah sosial yang ada di masyarakat.
Pada berita sebelumnya, Mbah Sumarni, seorang lansia Lingkungan Warujayeng, tepatnya di Bulurejo, RT 1 RW 4, adalah contoh nyata kegigihan dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Di usia 69 tahun, Mbah Sumarni tinggal sendirian di sebuah rumah sederhana yang atapnya hampir roboh. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

