Warga Kediri Dirikan Penampungan Sederhana untuk Rawat Ratusan Kucing Liar yang Diabaikan

Dengan modal awal hanya Rp750.000, Wiwin Winarti membangun kandang sederhana untuk menampung kucing-kucing yang kerap diabaikan.

30 Nov 2025 - 16:45
Warga Kediri Dirikan Penampungan Sederhana untuk Rawat Ratusan Kucing Liar yang Diabaikan
Wiwin Winarti saat merawat kucing-kucing liar yang ditampungnya. (foto: dokumentasi Winarti)

KEDIRI,SJP– Kepedulian terhadap hewan bisa datang dari siapa saja, termasuk Wiwin Winarti, warga Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Meski hidup sederhana, ia nekat merawat ratusan kucing liar yang terlantar di pasar dan jalanan.

Sejak Juli 2024, Wiwin bersama seorang rekannya mendirikan tempat penampungan yang mereka beri nama “Taman Kucing Liwizaa.” Dengan modal awal hanya Rp750.000, mereka membangun kandang sederhana untuk menampung kucing-kucing yang kerap diabaikan.

“Awalnya saya kasihan melihat kucing liar ditendang, dipukul, dan diusir di pasar. Mereka hanya mencari sisa makanan untuk bertahan hidup. Akhirnya saya ambil satu per satu. Karena rumah masih kontrak dan sempit, saya dan Mbak Lili patungan membangun kandang ini,” ujar Wiwin.

Sebagian besar kucing yang ditampung merupakan hewan buangan. Banyak ditemukan dalam kondisi tidak sehat—mulai dari sakit mata, pilek, hingga diare. Mayoritas adalah kucing kampung dengan beragam usia, dari anakan hingga induk yang baru melahirkan.

“Rata-rata kondisinya sakit. Umumnya kucing lokal. Kalau ada kucing rumahan yang dibuang, biasanya kondisinya masih lumayan sehat,” imbuhnya.

Di penampungan tersebut, kucing-kucing mendapatkan perawatan harian berupa pemberian makan, dimandikan, diberi obat, hingga vitamin. Semua dilakukan Wiwin dengan dibantu ibunya.

Sebagai buruh serabutan, Wiwin menjalani rutinitas merawat 125 ekor kucing setiap pagi dan sore setelah bekerja. Tidak jarang ia harus merogoh kocek pribadi untuk biaya pakan dan obat, meski sesekali ada donatur yang memberikan bantuan.

“Sekarang ada 125 kucing. Sudah lebih dari 100 yang berhasil diadopsi. Tapi hampir setiap hari ada saja orang yang datang menitipkan kucing lagi. Syukurlah masih ada yang peduli memberikan pakan atau obat, meski sering saya tetap pakai uang pribadi,” tuturnya.

Wiwin mengaku telah berupaya mengajukan bantuan ke beberapa pihak untuk mendapatkan layanan steril gratis bagi kucing betina, karena sebagian besar yang dibuang adalah kucing berjenis kelamin betina. Ia berharap langkah ini bisa menekan jumlah kucing liar yang terus bertambah.

Ia juga berharap adanya dukungan dari para donatur untuk biaya operasional dan pembangunan tempat berteduh yang lebih layak bagi ratusan kucing tersebut menjelang musim hujan.

“Saya berharap ada bantuan untuk suntik steril kucing betina supaya tidak terus-menerus hamil. Di sini juga belum ada tempat berteduh saat hujan nanti,” pungkasnya. (**)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow