Fenomena 'Kopi-Kopian' di Kalangan Anak dan Remaja

'Kopi-kopian' ini bahannya bukanlah kopi murni, tetapi telah dicampur krim kocok, caramel dan gula buatan sehingga rasanya menggoda bagi anak-anak dan remaja.

06 Dec 2023 - 09:00
Fenomena 'Kopi-Kopian' di Kalangan Anak dan Remaja
Anak perlu terhindar dari kopi berbahan gula buatan (pixabay/SJP)

Malang, SJP - Banyak orang dewasa yang jalani hari tanpa secangkir atau bahkan empat cangkir kopi.

Mereka tak sadar kadang anak-anak penasaran untuk mencobanya, terlebih jika orang tua gemar kopi kemasan dalam sachet dengan rasa caramel, hazelnut dan sebagainya.

Memang, banyak anak-anak yang tidak tertarik dengan minuman kopi hitam.

Tetapi, maraknya kafe memungkinkan mereka minum ‘kopi-kopian’. 

'Kopi-kopian' ini bahannya bukanlah kopi murni, tetapi telah dicampur krim kocok, caramel dan gula buatan sehingga rasanya menggoda bagi anak-anak dan remaja.

Jurnal Pediatrics laporkan sekitar 73% anak-anak dan remajadi AS konsumsi kafein dalam bentuk beragam setiap hari.

Tentu kita pun tahu kini berbagai kafe selalu hadirkan ragam jenis kopi dengan varian seperti karamel, gula aren, boba, dan semacamnya.

 “Kekhawatiran terbesar mengenai konsumsi kopi pada populasi anak-anak berkaitan dengan kadar kafein, komponen dalam kopi yang memberikan efek yang diinginkan,” jelas . Kristen Cook, dokter Ascension Medical Group.  

Ia berujar kafein adalah stimulant yang dapat tingkatkan energi yang dibutuhkan.

Namun pada orang dewasa sekalipun, kafein dapat berdampak buruk.

Menurut Mayo Clinic, mereka yang sudah sering minum kafein akan merasa gelisah jika tidak konsumsi kafein, bahkan meski sedikit.

Asupan kafein yang berlebihan pada orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, kesulitan tidur, mudah tersinggung, cemas, sakit kepala ringan dan mulas, kata Cook.

Tentunya, anak-anak yang mengonsumsi kafein juga dapat mengalami semua efek samping tersebut.

Kecanduan adalah risiko lain dari mengonsumsi kopi dan bentuk kafein lainnya, tambah Cook.

Dia menjelaskan bahwa kafein memicu otak untuk melepaskan dopamin, yang mendorong konsumsi terus menerus.

“Kecanduan “melibatkan efek negatif pada fungsi fisik, sosial dan emosional,” katanya. “Seiring waktu, anak-anak bisa membutuhkan lebih banyak kafein untuk meningkatkan energi mereka.”

Risiko lain adalah minuman ‘kopi-kopian’ yang mengandung kadar gula tinggi karena berasal dari gula buatan serta kalori.

Cook memperingatkan bahwa konsumsi kopi kemasan atau ‘kopi-kopian’ di café berkontribusi pada perkembangan obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi. (**)

sumber: mayoclinic

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow