Warga Jombang Berebut Jual Emas untuk 'Take Profit'
Fluktuasi harga bisa terjadi dalam hitungan jam. Sebagai contoh, harga emas kadar 16K sempat terkoreksi turun sebesar Rp48.000 per gram pada siang hari pukul 11.00 WIB dibandingkan harga pembukaan di pagi hari.
JOMBANG, SJP — Fluktuasi harga emas yang cenderung meningkat dalam satu bulan terakhir memicu lonjakan aktivitas penjualan oleh masyarakat di Kabupaten Jombang.
Warga memanfaatkan momentum tren kenaikan harga untuk melakukan aksi ambil untung (take profit) atas aset perhiasan yang mereka miliki.
Fenomena ini terpantau di salah satu pusat perdagangan emas, Toko Mas Indra, yang berlokasi di Ruko Citra Niaga, Pasar Legi, Jombang.
Berdasarkan pengamatan pada Jumat (30/1/2026), volume warga yang menjual kembali perhiasan mereka menunjukkan tren yang lebih dominan dibandingkan aktivitas pembelian.
Maria Novellia (24), salah satu warga asal Megaluh, menjadi salah satu investor ritel yang memanfaatkan momentum ini. Ia mengaku rutin memantau pergerakan harga pasar sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.
"Hari ini saya memutuskan untuk jual karena sudah masuk posisi take profit. Dari riset yang saya lakukan, diprediksi harga akan mengalami koreksi atau turun setelah ini. Begitu harga turun, saya akan masuk kembali untuk membeli (buy back)," ujar Maria.
Ia membagikan pengalamannya meraih keuntungan yang cukup signifikan. Emas kadar 16K yang ia beli pada Desember 2025 seharga Rp1.765.000 per gram, kini berhasil ia jual di angka Rp2.119.500 per gram. Dari penjualan dua gram emas, ia mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp709.000.
"Emas adalah safe haven yang tahan terhadap inflasi. Bagi saya, ini pelindung kekayaan yang paling efektif, terutama saat pasar instrumen investasi lain sedang tidak stabil," tambahnya.
Senada dengan itu, Fatimah (48) jugamelakukan hal yang sama. Ia menjual beberapa emas simpanannya karena menurutnya sudah mendapat keuntungan.
Terlebih, sambung dia uang itu juga akan disiapkan untuk kebutuhan megengan atau tasyakuran jelang Ramadan.
"Harganya bagus, saya jual. Uangnya tetap kita putarkan dan untuk persiapan megengan juga," tukasnya.
Pihak pengelola toko membenarkan adanya pergerakan harga yang sangat dinamis. Ani Raissa, staf di Toko Mas Indra, menjelaskan bahwa harga emas saat ini berubah hampir setiap hari mengikuti kondisi pasar global dan domestik.
Berikut adalah rincian harga emas di tingkat pedagang pada Jumat (30/1/2026) untuk kadar 8 karat tembus di harga Rp1.250.000 dan untuk kadar 16 Karat Rp2.175.000.
"Dalam sehari, lebih dari lima orang datang khusus untuk menjual emas mereka. Memang sebulan terakhir harganya naik secara bertahap," ungkap Ani.
Ia juga mencatat bahwa fluktuasi harga bisa terjadi dalam hitungan jam. Sebagai contoh, harga emas kadar 16K sempat terkoreksi turun sebesar Rp48.000 per gram pada siang hari pukul 11.00 WIB dibandingkan harga pembukaan di pagi hari.
Meski aksi jual meningkat, transaksi pembelian tetap terjadi meski tidak seaktif biasanya. Menariknya, bagi masyarakat Jombang yang tetap membeli perhiasan di tengah harga tinggi, faktor estetika atau model perhiasan masih menjadi pertimbangan utama dibandingkan nilai kadar emas itu sendiri. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

