Wali Kota Batu Paparkan Proyeksi dan Target Pembangunan dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025

Orang nomor satu di Kota Batu tersebut menekankan bahwa proyeksi pembangunan daerah yang tertuang dalam KUA-PPAS 2025 disusun secara adaptif terhadap kondisi terkini dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia menyebut, Pemerintah Kota Batu memproyeksikan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita dapat mencapai Rp 103,85 juta per tahun, dengan pertumbuhan ekonomi daerah ditargetkan berada di kisaran 5,45 hingga 7,34 persen.

10 Jun 2025 - 19:19
Wali Kota Batu Paparkan Proyeksi dan Target Pembangunan dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025
Ilustrasi Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui penyesuaian arah kebijakan anggaran.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batu, saat menyampaikan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025.

Orang nomor satu di Kota Batu tersebut menekankan, proyeksi pembangunan daerah yang tertuang dalam KUA-PPAS 2025 disusun secara adaptif terhadap kondisi terkini dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Ia menyebut, Pemerintah Kota Batu memproyeksikan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita dapat mencapai Rp103,85 juta per tahun, dengan pertumbuhan ekonomi daerah ditargetkan berada di kisaran 5,45 hingga 7,34 persen.

“Selain itu pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,85 persen, serta angka kemiskinan turun di kisaran 3,21 sampai 3,61 persen. Ditambah dengan indeks pembangunan manusia (IPM) diharapkan meningkat hingga menyentuh angka 78,62, sementara gini rasio yang mencerminkan ketimpangan pendapatan diturunkan menjadi 0,300–0,306,” urainya.

Target-target ini menurutnya bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari arah pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Sehingga Pemkot ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup warga Kota Batu

Dalam rancangan perubahan anggaran tersebut, Pemerintah Kota Batu juga melakukan penyesuaian terhadap pendapatan daerah yang diproyeksikan mencapai Rp1,088 triliun, menyesuaikan dengan dinamika ekonomi dan hasil evaluasi semester pertama.

Sementara di sisi belanja, pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp1,212 triliun, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan program strategis.

“Prioritas kami adalah pemenuhan belanja wajib, termasuk operasional perangkat daerah dan belanja pegawai. Namun lebih dari itu, kami juga mengalokasikan anggaran untuk program prioritas seperti penanganan stunting, peningkatan kualitas layanan publik, hingga kesiapsiagaan bencana,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dan penataan ruang perkotaan yang berkelanjutan akan terus didorong, sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah Kota Batu dan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui musrenbang serta pokok-pokok pikiran DPRD.

Dengan perubahan arah kebijakan dan proyeksi yang realistis ini, Wali Kota Nurochman berharap seluruh jajaran pemerintah, DPRD, dan masyarakat dapat bersinergi untuk mewujudkan Kota Batu yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

“Semua ini demi mewujudkan Kota Batu yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga adil, sehat, dan membahagiakan warganya,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow