PMI Asal Blitar Meninggal Dunia dalam Kebakaran Apartemen di Hongkong
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar membenarkan satu warganya menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran apartemen di Hongkong. Dalam hal ini, Disnaker masih menunggu laporan resmi dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) maupun dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong.
BLITAR, SJP - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar memastikan dan membenarkan bahwa seorang warganya yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) meninggal dunia dalam kebakaran apartemen di Hongkong.
Kepastian itu diperoleh, setelah Disnaker melakukan penelusuran dan verifikasi lapangan, meski laporan dari pemerintah pusat belum diterima.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong. Namun, informasi awal yang beredar melalui media sosial kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penelusuran.
"Secara resmi kami belum menerima laporan dari KP2MI maupun KJRI. Tetapi kami mendapat informasi dari media sosial dan langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penelusuran," kata dia, Selasa (2/12/2025).
Setelah dilakukan penelusuran, Disnaker memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial benar adanya. Korban diketahui bernama Sri Wahyuni (42) warga Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.
Ivong juga menyebut bahwa pihak penyalur yang memberangkatkan Sri Wahyuni ke Hongkong, sudah melapor dan berkoordinasi dengan Disnaker. Selain itu, pihak keluarga juga sudah berkomunikasi secara daring dengan pihak terkait yang ada di Hongkong.
"Proses penelusuran di Hongkong cukup cepat dan dilakukan tes DNA untuk memastikan identitasnya. Karena memang adik korban juga berada di Hongkong, dan mempermudah proses disana. Saat ini kami memfasilitasi komunikasi dengan KP2MI dan KJRI terkait pemulangan jenazah korban ke Indonesia," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana duka tampak di rumah korban yang berada di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Sejumlah tetangga dan kerabat mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Tenda duka dan bendera kematian juga telah dipasang didepan rumah sebagai tanda berkabung. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

