Volume Kendaraan Jalur Alternatif Bondowoso – Banyuwangi Via Ijen Meningkat 20 Persen, Ini Imbauan Dishub
Dishub melarang truk dan kendaraan roda 4 dengan muatan berat untuk melintas jalur ini. Karena selain jalan berliku, tanjakan di jalur ini sangat ekstrem.
BONDOWOSO, SJP – Pasca ditutupnya jalur Gumitir – Banyuwangi sejak tanggal 24 Juli hingga 27 September 2025 dan macetnya jalur Banyuwangi – Situbondo via Baluran, jalur alternatif Bondowoso – Ijen – Banyuwangi kian ramai dilintasi kendaraan roda 4.
Meskipun jalurnya berliku dan penuh dengan tanjakan tajam, jalur alternatif ini menjadi satu-satunya akses untuk menyingkat perjalanan darat dari arah Surabaya – Banyuwangi melalui Kabupaten Bondowoso.
Sejak awal penutupan kebanyakan pengendara roda 4 dan roda 2 memilih jalur ini dengan alasan karena rute lebih dekat dan lebih cepat sampai Banyuwangi kota. Namun jalanan yang harus dilewati cukup ekstrem.
Kapolsek Sukosari Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat yang siap membantu jika ada masalah pada kendaraan maupun kendala pada sopir dan penumpang.
“Tim ini untuk mengantisipasi adanya masalah dengan kendaraan, karena hampir setiap hari terdapat pengendara yang mengalami masalah pada kendaraannya lantaran belum memahami jalur alternatif ini,” ucapnya, Selasa (29/7/2025).
Selain itu, aparat kepolisian menyediakan lahan parkir dan tempat beristirahat di rest area Kecamatan Sukosari.
“Diimbau kepada pengendara di jalur Ijen agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat sejenak dan mendinginkan mesin sebelum naik ke Gunung Ijen menuju Banyuwangi,” pesannya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko menyebut, saat ini volume kendaraan yang melintasi jalur alternatif Bondowoso – Banyuwangi via Ijen, meningkat.
“Setelah rapat koordinasi dengan Disparbudpora, tercatat ada peningkatan 20 persen kendaraan yang lewat jalur tersebut,” kata Slamet yang juga Kepala Satpol PP Bondowoso ini.
Melihat kondisi jalan yang berliku dan penuh dengan tanjakan tajam, Slamet Yantoko mengimbau kepada pengendara, khususnya kendaraan roda 4 yang mengangkut muatan berat, untuk tidak melintasi jalur tersebut.
“Kami sudah memasang banner dan flyer imbauan agar truk atau kendaraan roda 4 dengan muatan berat dilarang melewati jalur alternatif tersebut, karena rawan kecelakaan dan kemacetan akibat kendaraan yang tidak kuat menanjak,” tukasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

