Virus Nipah Kembali Muncul di India, Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan

Virus Nipah kembali terdeteksi di India dengan dua kasus terkonfirmasi di Bengal Barat. Meski belum masuk Indonesia, Kemenkes meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan pintu masuk negara dan imbauan pencegahan kepada masyarakat.

07 Feb 2026 - 18:45
Virus Nipah Kembali Muncul di India, Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan
Ilustrasi hasil uji lab virus Nipah

SUARAJATIMPOST.COM - Munculnya kembali virus Nipah di India menjadi perhatian dunia. Hingga 26 Januari 2026, Pemerintah India melaporkan dua kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah di wilayah Bengal Barat.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf pusat, otak, serta berbagai organ vital manusia. Penularan umumnya terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah dan babi yang terinfeksi. Kontak dapat terjadi secara langsung maupun melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Gejala infeksi virus Nipah bervariasi, mulai dari demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga kondisi lemas. Pada kasus yang lebih berat, virus ini dapat menyebabkan gangguan saraf seperti sakit kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, bahkan koma.

Virus Nipah menjadi ancaman serius karena memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus maupun vaksin untuk mencegah atau mengobati infeksi virus tersebut.

Meski belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil sejumlah langkah antisipatif. Upaya tersebut meliputi pemantauan ketat terhadap individu dengan gejala mencurigakan, khususnya mereka yang memiliki riwayat perjalanan atau kontak dari wilayah terdampak.

Selain itu, rumah sakit dan puskesmas disiagakan dengan fasilitas ruang isolasi serta perlengkapan medis pendukung. Pengawasan juga diperketat di pintu masuk negara, seperti bandara, pelabuhan, dan perbatasan, melalui pemeriksaan suhu tubuh dan deteksi gejala.

Kemenkes juga melakukan koordinasi lintas sektor yang melibatkan kesehatan manusia, hewan ternak, dan satwa liar guna mencegah potensi penularan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi buah-buahan yang terbuka atau telah digigit hewan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko menularkan penyakit.

Jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Instagram Alodokter_id

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow