Kampoeng Oase Ondomohen Hadirkan Kuliner Khas Negeri Kincir Angin di Surabaya

Sektor kuliner dari Kampung Ondomohen yang mengusung tema vintage ala Negeri Kincir Angin itu bisa dikembangkan lebih kreatif dan beridentitas.

04 Dec 2023 - 09:00
Kampoeng Oase Ondomohen Hadirkan Kuliner Khas Negeri Kincir Angin di Surabaya
Selamat menikmati: Lekkerbek - Kibbeling, menu yang akan jadi kuliner andalan di Kampoeng Oase Ondomohen yang sudah siap untuk dihidangkan (Ryan/SJP)

Surabaya , SJP - Bak mata air di tengah gurun, Kampoeng Wisata Oase Ondomohen kembali beri pelepas dahaga di tengah hiruk pikuk keramaian jantung Kota Surabaya, dengan berencana menghadirkan hidangan kuliner khas dari Negara Belanda.

Kampoeng Oase Ondomohen yang sudah dikenal dengan inovasi perihal lingkungan dan urban farming, kali ini memperkuat sisi kebudayaan mereka melalui "Workshop Kuliner Belanda" hasil kolaborasi dengan Fakultas Sekolah Bisnis dan Manajemen, Program Perhotelan Universitas Kristen Petra Surabaya.

Agung Harianto, selaku Sekretaris Program Hotel Management Universitas Kristen Petra merasa, sektor kuliner dari Kampung Ondomohen yang mengusung tema vintage ala Negeri Kincir Angin itu bisa dikembangkan lebih kreatif dan beridentitas.

"Kampung Oase Ondomohen ini sudah memiliki paket wisata dan buku saku, namun untuk makanan yang disajikan masih makanan lokal. Jadi kami ingin membantu penguatan di sektor kuliner melalui program pengabdian masyarakat ini," jelas Agung, Ahad (3/12/2023) kemarin.

Setidaknya ada 2 menu resep yang dikenalkan kepada Kader Kampoeng Oase Ondomohen yang nantinya dikuasai dan dijadikan sebagai menu autentik, untuk disajikan kepada para pelancong yang berwisata disana, yakni Lekkerbek-Kibbeling dan Selat Solo. 

"Sebagai menu andalan, kami bawakan Lekkerbek - Kibbeling yang merupakan kuliner asli Belanda yakni hidangan laut dari olahan ikan yang dicincang dan diberi lemon, biasanya menggunakan ikan dori," terang Agung.

"Sedangkan Selat Solo, meski ini kuliner asli Jawa tetapi dulunya memiliki cerita, yang mana menu ini merupakan hasil dari pertemuan yang terjadi antara pihak Keraton Jawa dan Belanda di masa lampau," lanjutnya.

Informasi mengenai sejarah menu kuliner Selat Solo itu sendiri bisa ditemukan dalam Etnografi Kuliner Makanan dan Identitas Nasional (2021) oleh Adzkiyak.

Pelatihan kuliner tersebut dipraktikkan langsung kepada para Kader Kampung Oase Ondomohen oleh David Kristianto selaku Kepala Laboratorium Food Production dan 5 mahasiswa program studi Hotel Management angkatan 2020, 2021 dan 2022.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 Fakultas Sekolah Bisnis dan Manajemen Universitas Kristen Petra, Vido Iskandar mengungkapkan, menu yang dipilih sudah dipertimbangkan untuk bisa diolah menggunakan berbagai bahan yang ada di Kampoeng Oase Ondomohen.

"Jadi ada alternatif untuk mengganti bahan dasar menu ini, dan bagus jika memanfaatkan apa yang ada di Kampung Oase Ondomohen seperti ikan patin sebagai pengganti ikan dori, bahkan jeruk nipis yang banyak ditanam di area kampung bisa menggantikan peran lemon," ungkap Vido.

Vido menuturkan, pihaknya akan melakukan pendampingan selama 1 semester dengan fokus utama saat ini adalah pelatihan di bidang penyajian, pelayanan dan pengolahan menu masakan.

"Untuk makanannya-pun kali ini hanya fokus ke main course (hidangan utama) dulu, nanti sembari berjalan tentu akan berkembang ke menu pencuci mulut hingga minuman," tandasnya. 

Adapun Domy Wahyu Nugroho selaku Lurah Ketabang menambahkan bahwa kehadiran workshop kuliner khas negara dengan bendera merah, putih dan biru ini disambut dengan antusias oleh warga dan berharap sifatnya akan berkelanjutan.

"Saya berharap tidak hanya sampai disini dan terus berlanjut. Kami juga ingin memberitahukan bahwa Kota Surabaya juga memiliki wisata edukasi, jadi nanti pelajar Surabaya tidak perlu keluar Kota karena di sini pun juga ada," tandasnya dengan canda.

Selanjutnya, Adi Candra selaku Kabid Pemberdayaan Masyaraskat DPP IFTA Jelajah Indonesia sekaligus Pembina Kampung Oase dalam kesempatan tersebut menjelaskan, makna dari Oase itu sendiri ingin menganalogikan Kampung ini menjadi pelepas dahaga di tengah nuansa perkotaan.

"Kami juga memiliki tagline, yaitu #Kenali Potensi, Jadikan Destinasi! dan giat ini menunjukan Kampung Oase Ondomohen sedang mewujudkan tagline tersebut dengan mengembangkan potensi mereka di sektor budaya," terang Adi. 

Dirinya berharap dengan masyarakat kampung yang berhasil mengenali potensinya, maka mereka bisa mendapatkan manfaat dari segi ilmu maupun pendapatan, karena pasti akan ada suatu transaksi dalam wilayah yang sudah menjadi suatu destinasi. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow