Viral Pria di Gresik Dianiaya saat Antre SPBU, Polisi Buru Pelaku
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 51 detik, insiden bermula saat korban sedang mengantre bahan bakar dengan tertib di atas sepeda motornya. Saat giliran korban tiba untuk mengisi BBM, pelaku yang mengendarai Honda Scoopy berwarna hitam tiba-tiba memotong jalur.
GRESIK, SJP — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik tengah memburu seorang pria pelaku penganiayaan terhadap warga di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Aksi kekerasan yang terekam kamera pengawas (CCTV) tersebut mendadak viral dan memicu kecaman publik di media sosial.
Peristiwa nahas ini menimpa Imam Lutfi (37), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, pada Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 51 detik, insiden bermula saat korban sedang mengantre bahan bakar dengan tertib di atas sepeda motornya.
Saat giliran korban tiba untuk mengisi BBM, pelaku yang mengendarai Honda Scoopy berwarna hitam tiba-tiba memotong jalur.
Pelaku yang diduga sedang membonceng istri dan anaknya tersebut langsung turun dan menyerang korban tanpa alasan yang jelas.
Pelaku yang mengenakan kaos hitam dan topi terekam melayangkan pukulan berkali-kali ke arah wajah korban. Tak berhenti di situ, pelaku juga menendang korban hingga terjatuh dari sepeda motornya.
Meski sempat dilerai oleh seorang wanita yang diduga istri pelaku, serangan terus berlanjut hingga korban mengalami luka serius dan babak belur.
Pasca-kejadian, Imam Lutfi segera melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke Mapolres Gresik.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi identitas kendaraan pelaku dan sedang melakukan pengejaran.
"Laporan sudah kami terima secara resmi. Saat ini tim penyidik sedang menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi kunci di lokasi kejadian," ujar AKP Arya saat dikonfirmasi pada Senin (5/1/2026).
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi brutal tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi aksi premanisme di ruang publik dan meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri.
"Kami masih mengumpulkan keterangan tambahan dari korban dan saksi-saksi. Perkembangan kasus akan kami sampaikan secara transparan kepada publik," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

