Viral Penjual Kerupuk Lansia Ditipu Uang Palsu, Pemdes Bangle Beri Kepedulian

Pemerintah Desa Bangle memberikan kepedulian terhadap seorang lansia perempuan yang merupakan penjual kerupuk yang viral di media sosial usai ditipu uang palsu.

10 Mar 2026 - 20:34
Viral Penjual Kerupuk Lansia Ditipu Uang Palsu, Pemdes Bangle Beri Kepedulian
Rumah lansia perempuan yang ditipu uang palsu dalam kondisi tertutup. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Kisah seorang penjual kerupuk lansia di Kabupaten Blitar menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, sang nenek dikabarkan menjadi korban penipuan dengan menggunakan uang palsu hingga mengalami kerugian ratusan ribu rupiah.

Peristiwa itu disebut terjadi di wilayah Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dalam video yang viral itu disebutkan,

seorang pembeli membeli kerupuk dari korban dengan total sekitar Rp20 ribu. Pembeli kemudian membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu.

Setelah menerima kembalian dari korban, pelaku kembali meminta menukar uang pecahan Rp100 ribu dengan uang yang lebih kecil. Tanpa menaruh curiga, korban pun menuruti permintaan tersebut.

Belakangan diketahui, dua lembar uang yang diterima korban ternyata palsu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp200 ribu.

Saat ditelusuri, korban diketahui bernama Semarah (59) dan merupakan penjual kerupuk keliling yang sehari-hari berjualan menggunakan sepeda kayuh. Saat ini Semarah tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Namun, saat rumahnya didatangi, yang bersangkutan tidak ada dan kondisi pintu dikunci menggunakan gembok. Sementara sepeda kayuh yang biasa dipakai berjualan berada di teras rumahnya.

Kamituwo Dusun Bangle, Didin, mengatakan korban sudah sekitar dua tahun tinggal di wilayah tersebut. Dalam kesehariannya, korban berangkat berjualan sejak pagi hari dan sering pulang hingga malam.

"Korban tinggal mengontrak di sini sudah sekitar dua tahun. Kadang juga ditemani cucunya," ujarnya saat ditemui Selasa (10/3/2026)

Menurut Didin, setelah kabar tersebut viral di media sosial, sejumlah warga langsung menunjukkan kepedulian kepada korban. Beberapa warga bahkan memberikan bantuan secara sukarela untuk mengganti kerugian yang dialami korban.

Selain itu, Pemerintah Desa setempat juga turut memberikan bantuan kepada korban sebagai bentuk perhatian.

"Dari warga sudah ada yang memberikan bantuan. Pemerintah desa juga memberikan bantuan semampunya kepada korban," terang dia.

Terkait kemungkinan pelaporan ke pihak kepolisian, pihak perangkat desa masih akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan korban untuk mengetahui langkah selanjutnya.

"Nanti akan kami konfirmasi lagi ke korban apakah akan melaporkan kejadian ini ke polisi atau tidak," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow