Bantu Ringankan Beban, Sopir Angkot di Gresik Terima Insentif Rp400 Ribu
Perhatian kepada sopir angkot ini juga tidak lepas dari dinamika transportasi yang terus berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, para pengemudi angkutan kota menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang seiring perkembangan moda transportasi baru serta perubahan pola mobilitas masyarakat.
GRESIK, SJP - Sebanyak 50 sopir angkot di Kabupaten Gresik menerima bantuan insentif Rp400 ribu dalam rangka acara Gresik Peduli yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik, Selasa (10/3/2026).
Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kabupaten Gresik, sekaligus upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, kepada perwakilan sopir angkot.
Pemkab Gresik bersama jajaran juga melakukan pemberangkatan kampanye zakat melalui kendaraan angkot yang telah ditempeli stiker ajakan berzakat pada kaca bagian belakang kendaraan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, berharap bantuan ini dapat meringankan beban para sopir angkot yang tengah berjuang ditengah gempuran zaman transportasi online.
“Perkembangan transportasi memang terus berubah. Namun kami tidak ingin para sopir angkot merasa ditinggalkan. Pemerintah tetap hadir untuk memberikan perhatian dan mencari solusi agar mereka tetap bisa bertahan dan menjalankan usaha,” kata Bupati Yani.
Yani menegaskan, bahwa pemerintah daerah memahami tantangan yang dihadapi para pengemudi angkutan umum di tengah perubahan sistem transportasi saat ini.
Ia juga menyebut, sengaja menggelar kampanye ajakan menunaikan zakat seiring si bulan suci ramadan. Menurut dia, ajakan menunaikan zakat penting, dinataranya peduli terhadap pekerja sektor transportasi khususnya sopir angkot.
Perhatian kepada sopir angkot ini juga tidak lepas dari dinamika transportasi yang terus berubah. "Dalam beberapa tahun terakhir, para pengemudi angkutan kota menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang seiring perkembangan moda transportasi baru serta perubahan pola mobilitas masyarakat," jelasnya.
Yani menyampaikan, apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gresik atas komitmennya membantu masyarakat, khususnya para sopir angkot di bulan suci Ramadan.
Di mana, dalam periode tahun sebelumnya program serupa diberikan kepada pengemudi ojek daring sebagai bagian dari upaya BAZNAS membantu kelompok pekerja sektor informal.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Gresik atas kepeduliannya kepada para sopir angkot, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat bapak-bapak dalam bekerja,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

