Universitas Jember dan Dinkes Bondowoso Kolaborasi Penuhi Tenaga Medis di Bumi Ki Ronggo

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan tenaga medis serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bondowoso

11 Feb 2025 - 20:31
Universitas Jember dan Dinkes Bondowoso Kolaborasi Penuhi Tenaga Medis di Bumi Ki Ronggo
Plt Dinkes Bondowoso (dua dari kiri) Agus Winarno bersama Dekan FK dan FKG Universitas Jember saat menunjukkan nota kerja sama (Foto : unej/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Sebagai bentuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi, Universitas Jember (Unej) menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di Bumi Ki Ronggo.

ada dua fakultas yang tengah bekerja sama dengan Dinkes, di antaranya Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Penandatanganan naskah kerja sama ini digelar di Dinkes, pada Senin (10/2/2025).

Dekan FK Unej, Dr. dr. Ulfa Elfiah menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen FK Unej untuk terus berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di Bondowoso.

“Kami menyadari bahwa ketersediaan tenaga medis yang mencukupi merupakan faktor utama dalam peningkatan layanan kesehatan. Sehingga, mahasiswa FK UNEJ dapat terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan di Bondowoso, baik dalam bentuk praktik klinik, penelitian, maupun program pengabdian masyarakat lainnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan FKG Unej, drg. Dwi Kartika Apriyono menyampaikan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan gigi dan mulut.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap mahasiswa FKG Unej dapat berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan gigi, baik melalui program magang, edukasi kesehatan, maupun penelitian yang bisa membantu merumuskan kebijakan kesehatan gigi di Bondowoso,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Agus Winarno, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi daerahnya adalah keterbatasan tenaga medis, yang menyebabkan adanya rangkap jabatan di beberapa puskesmas.

“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banyak dokter umum maupun dokter gigi yang juga harus merangkap sebagai kepala puskesmas. Hal ini tentu berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya dihubungi pada Selasa (11/2/2025). 

“Melalui kerja sama ini, kami berharap Unej dapat membantu dalam hal pemenuhan tenaga medis serta memberikan pendampingan bagi tenaga kesehatan di Bondowoso,” tambahnya.

Selain itu, Agus juga berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya sebatas kerja sama akademik, tetapi juga dapat menghasilkan berbagai program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Bondowoso. 

“Kami berharap ada program-program inovatif yang bisa diterapkan, baik dalam bentuk edukasi kesehatan, penelitian medis, hingga penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow