UNESA Gelar Program “Gym To School” di SMA Labschool: Investasi Kesehatan Sejak Dini
Latihan sejak muda jadi “tabungan” kesehatan masa depan, pesan utama program Gym To School Unesa yang ajak siswa SMA Labschool memahami pentingnya kebugaran ilmiah sejak dini.
SURABAYA, SJP - Tim dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari Pusat Unggulan Iptek Sport and Exercise Research Center (PUI-SERC) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kebugaran Siswa Melalui Gym To School” di SMA Labschool UNESA Lidah Wetan, Jumat (24/10/2025).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya UNESA dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya latihan kebugaran sejak dini sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Kegiatan yang dipimpin oleh Afif Rusdiawan, bersama tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa dan Direktorat Unesa Science Center (USC) itu diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa dan guru SMA Labschool.
Pelaksanaan dilakukan dalam dua sesi, yaitu teori di kelas dan praktik di lapangan. Pada sesi teori, tim memberikan sosialisasi tentang pentingnya latihan gym untuk meningkatkan massa otot pada usia muda.
Afif menjelaskan bahwa massa otot seseorang akan menyusut sekitar 1 persen setiap tahun setelah usia 30 tahun, sehingga membangun otot sejak muda menjadi “tabungan” kesehatan di masa tua.
”Dengan otot yang kuat, tubuh lebih stabil, risiko cedera saat terjatuh berkurang, dan metabolisme tetap baik meski usia bertambah,” ujar Afif dalam pemaparannya.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan materi tentang cara mengukur denyut nadi dan menentukan dosis latihan kebugaran agar dapat berolahraga secara aman dan efektif sesuai dengan kapasitas tubuh masing-masing.
Sesi berikutnya adalah praktik lapangan yang berfokus pada penerapan functional training atau latihan fungsional yang meniru gerakan alami tubuh dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi tersebut, para siswa dan guru terlihat antusias mengikuti instruksi gerakan latihan, mulai dari squat, plank, hingga latihan kekuatan tubuh bagian atas.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah satu siswa bertanya, “Kenapa ya setelah latihan justru badan terasa sakit semua?”
Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan ilmiah mengenai proses adaptasi otot yang disebut delayed onset muscle soreness (DOMS).
Sementara itu, siswa lain penasaran dengan manfaat olahraga bagi pembuluh darah, yang dijelaskan oleh tim sebagai salah satu kunci mencegah penyakit jantung dan meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.
Menurut Dr. Donny Ardy Kusuma, M.Kes., anggota tim pelaksana, kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan pemahaman sains olahraga kepada siswa agar mereka mampu berolahraga dengan benar.
“Kebugaran bukan hanya soal olahraga keras, tapi juga memahami cara kerja tubuh dan batasannya,” ujarnya.
Program Gym To School merupakan bagian dari inovasi Unesa melalui produk SERC dalam bidang kebugaran yang diujicobakan di sekolah-sekolah mitra.
Melalui kegiatan itu, PUI-SERC berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan serta mendorong siswa menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.
Kepala SMA Labschool UNESA, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi pengalaman baru bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi tahu pentingnya menjaga kebugaran sejak muda, bukan hanya untuk prestasi olahraga, tapi juga kesehatan jangka panjang,” katanya.
Dengan terlaksananya kegiatan Gym To School itu, diharapkan siswa mampu menerapkan latihan kebugaran secara mandiri, serta memahami bahwa tubuh sehat dan bugar adalah investasi berharga untuk masa depan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

