UMKM Telur Asin Sidorahayu Wagir Malang Kembangkan Inovasi, Produksi Naik hingga 90 Persen
Dengan adanya inovasi ini, para pelaku UMKM di Sidorahayu optimis bisa memperluas pasar mereka, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga ke pasar yang lebih besar.
MALANG, SJP – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, terus berinovasi dalam meningkatkan produksi telur asin. Dengan menerapkan sistem pemasakan menggunakan oven, mereka berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, sekaligus memperbesar peluang pasar.
Tak hanya dari segi pemasakan, para peternak bebek di desa ini juga mengembangkan pakan buatan sendiri sebagai alternatif pakan pabrik.
Kepala Desa Sidorahayu, Nur Samiaji, menjelaskan bahwa penggunaan pakan mandiri ini telah terbukti meningkatkan produktivitas telur.
"Dulu, produksi telur hanya sekitar 70-80 persen dari total populasi bebek. Setelah beralih ke pakan buatan sendiri, hasilnya meningkat hingga 90 persen. Selain lebih hemat biaya, kualitas telur juga tetap terjaga," ujar Nur Samiaji, Sabtu (15/2/2025).
Selain fokus pada telur asin, peternak di Sidorahayu juga mengintegrasikan usaha mereka dengan budidaya ikan lele.
Kolam lele yang berada di sekitar kandang bebek memanfaatkan limbah organik dari peternakan sebagai sumber makanan alami, terutama cacing yang kaya protein.
Sebelumnya, inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Malang Sanusi saat mengunjungi Desa Sidorahayu dalam rangka program Sambang Desa Gotong Royong (SamDes).
Saat itu, Bupati mengapresiasi langkah UMKM setempat yang terus berkembang dan berharap model ini bisa diterapkan di desa lain.
Dengan adanya inovasi ini, para pelaku UMKM di Sidorahayu optimistis bisa memperluas pasar mereka, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga ke pasar yang lebih besar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

