Tulungagung Darurat Kriminalitas, Tiga Minimarket Dibobol dalam Sepuluh Hari

Berdasarkan catatan kepolisian, aksi di Kecamatan Ngunut ini memperpanjang daftar panjang kerentanan keamanan ritel di Tulungagung.

11 Feb 2026 - 14:00
Tulungagung Darurat Kriminalitas, Tiga Minimarket Dibobol dalam Sepuluh Hari
Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung saat melakukan olah TKP pembobolan minimarket di Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP — Aksi pencurian dengan pemberatan kembali menyasar toko ritel modern di wilayah hukum Polres Tulungagung. 

Dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, tercatat tiga gerai minimarket menjadi sasaran pembobolan, dengan insiden terbaru terjadi di Alfamart Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, pada Rabu (11/2/2026) dini hari.

Peristiwa di Desa Kacangan pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh karyawan yang hendak memulai operasional toko. 

Saksi mendapati kondisi interior gerai dalam keadaan acak-acakan serta ditemukan kerusakan signifikan pada struktur bangunan.

Kanit Reskrim Polsek Ngunut, AKP Samsul Muarif, mengonfirmasi bahwa pelaku masuk ke dalam area toko melalui jalur atap.

"Hasil olah TKP menunjukkan pelaku masuk dengan cara merusak atap bangunan. Fokus pencurian adalah komoditas rokok dan susu bayi. Pelaku sempat berupaya membobol brankas penyimpanan uang, namun gagal," jelas AKP Samsul, Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan catatan kepolisian, aksi di Kecamatan Ngunut ini memperpanjang daftar panjang kerentanan keamanan ritel di Tulungagung. 

Pada 2 Februari 2026 pembobolan terjadi di Indomaret Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, lelaku merusak/menjebol atap bangunan.

Pada 10 Februari 2026 pembobolan terjadi di Alfamart Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, pelaku enjebol tembok bagian belakang.

Selanjutnya pada 11 Februari 2026 pembobolan terjadi Alfamart Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, pelaku merusak plafon/atap bangunan. 

Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung telah diterjunkan ke lokasi di Desa Kacangan untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti forensik. 

Hingga saat ini, pihak manajemen toko masih melakukan audit internal guna memastikan total kerugian material secara akurat.

Rentetan peristiwa ini menunjukkan adanya pola yang serupa (predatory behavior) dengan menyasar toko ritel pada jam-jam krusial dini hari. Kepolisian kini tengah mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antar-pelaku dari ketiga lokasi tersebut. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow