Pemkot Batu Siapkan Skema Implementasi ZePlass
Selain aspek regulasi, Pemkot Batu tengah menyiapkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan sinkronisasi kebijakan.
KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menyiapkan langkah konkret untuk mengimplementasikan program Zero Plastik Sekali Pakai (ZePlass) di lingkungan sekolah.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik harus diwujudkan melalui kebijakan dan mekanisme teknis yang terukur, bukan sekadar dukungan simbolis.
Dalam keterangannya pada Rabu (11/2/2026), Heli menguraikan bahwa langkah awal yang ditempuh adalah menyiapkan payung hukum guna memberikan dasar kuat bagi satuan pendidikan.
“Kami akan mengkaji penerbitan Surat Edaran Wali Kota atau minimal SK Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai landasan pelaksanaan. Payung hukum ini penting agar sekolah memiliki dasar dalam mengalokasikan anggaran serta menyusun aturan internal yang selaras dengan semangat ZePlass,” ujar Heli.
Selain aspek regulasi, Pemkot Batu tengah menyiapkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan sinkronisasi kebijakan.
Heli menyebut pihaknya akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta memetakan kesiapan sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMP agar implementasi program tidak tumpang tindih.
Pada tahap operasional, Pemkot Batu akan mendorong pendekatan berbasis partisipasi siswa. Sekolah diminta menunjuk perwakilan siswa sebagai duta lingkungan yang bertugas mengawasi dan memotivasi rekan sebaya. Pendekatan antarsiswa (peer-to-peer) dinilai lebih efektif dalam membangun kebiasaan kolektif dibandingkan instruksi formal.
Selanjutnya, program ini akan mencakup kegiatan audit sampah melalui pemilahan rutin. Evaluasi berkala terhadap volume sampah plastik diharapkan menjadi alat ukur perubahan perilaku sekaligus sarana edukasi bagi siswa.
“Melihat dampak konsumsi secara nyata adalah cara paling efektif membangun kesadaran. Dari situ, sekolah bisa mengevaluasi langkah yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Pemkot Batu juga menyadari pentingnya dukungan sarana prasarana. Oleh karena itu, sekolah diberikan waktu untuk menyiapkan fasilitas pendukung, seperti area pencucian peralatan makan dan titik pengisian air minum (water station).
Pelaksanaan ZePlass dirancang secara bertahap, dimulai dari fase sosialisasi kepada kepala sekolah, komite, dan pengelola kantin, hingga peluncuran resmi pada awal semester mendatang.
Evaluasi lapangan akan dilakukan tiga bulan setelah program berjalan untuk mengidentifikasi hambatan di tingkat sekolah.
“Pendekatan bertahap diperlukan agar kebijakan dapat diterima seluruh pihak dan berkelanjutan. Kami mengutamakan langkah kecil yang konsisten. Targetnya jelas, volume sampah plastik di sekolah harus berkurang secara nyata,” tegas Heli.
Ia menambahkan, keberhasilan program di lingkungan sekolah diharapkan memberikan dampak luas terhadap budaya pelestarian lingkungan di Kota Batu sebagai destinasi wisata berbasis alam. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

