Kota Batu Matangkan Integrasi Program Perintis Berdaya Connect
Langkah ini diambil pascapertemuan Wali Kota Batu, Nurochman, dengan pemerintah pusat guna membahas kesiapan implementasi program tersebut di Kota Batu.
KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan langkah integrasi program Perintis Berdaya Connect ke dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi daerah.
Langkah ini diambil pascapertemuan Wali Kota Batu, Nurochman, dengan pemerintah pusat guna membahas kesiapan implementasi program tersebut di Kota Batu.
Dalam wawancara pada Rabu (11/2/2026), Nurochman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti rangkaian koordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PMK.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tidak sekadar menyambut program secara simbolis, melainkan langsung memetakan integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi daerah yang sudah berjalan.
"Pendekatan ini penting agar layanan terpadu pemerintah pusat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami sedang memetakan potensi dari sektor UMKM, koperasi, hingga ekonomi kreatif untuk dihubungkan dengan Perintis Berdaya Connect. Tujuannya agar implementasi tepat sasaran dan sinergis," ujar politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut.
Ia menjelaskan, fokus utama Pemkot saat ini adalah memperkuat peran fasilitas yang ada, seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) K-UMKM dan sentra usaha masyarakat, sebagai titik integrasi layanan.
Secara teknis, sambung dia, koordinasi lintas perangkat daerah telah diinstruksikan untuk memastikan kesiapan data serta kebutuhan lapangan.
Lebih lanjut, ia menekankan peluang Kota Batu untuk menjadi daerah percontohan (pilot project) program tersebut. Namun, hal itu mensyaratkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa-helix yang melibatkan pemerintah, elaku usaha, akademisi, media, komunitas dan asyarakat.
"Kami melihat ini sebagai kesempatan memperluas lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi lokal. Kolaborasi yang optimal akan berdampak pada penurunan kerentanan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Hasil diskusi dengan pemerintah pusat menjadi dasar bagi Pemkot untuk memetakan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.
Nurochman menilai pendekatan ini penting agar program tidak bersifat administratif semata, melainkan mampu menjawab tantangan konkret pelaku ekonomi lokal.
"Program ini relevan dengan arah pembangunan ekonomi kami. Kami mendorong agar infrastruktur pendampingan, pelatihan, hingga akses pembiayaan terkoneksi dalam satu ekosistem yang mendukung wirausaha mandiri," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

