Tujuh Rumah di Bondowoso Rusak Diterjang Angin Kencang
Tujuh rumah warga Desa Karang Anyar, Tegalampel, Bondowoso rusak akibat angin kencang. BPBD Bondowoso di bawah koordinasi Plt Kalaksa Kristianto Putro Prasojo bergerak cepat melakukan asesmen dan mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
BONDOWOSO, SJP – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Bondowoso. Kali ini, hembusan angin kencang menerjang Desa Karang Anyar, Kecamatan Tegalampel, pada Selasa (14/10/2025) siang, sekira pukul 14.00 WIB.
Akibatnya, tujuh rumah warga mengalami kerusakan ringan, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Salah seorang warga setempat mengaku panik saat atap rumahnya tiba-tiba terangkat angin.
“Anginnya datang tiba-tiba, suara gemuruh, genting langsung beterbangan. Untung anak-anak sedang di dalam kamar dan tidak terluka,” ujarnya sambil memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Mendapat laporan dari perangkat desa, tim BPBD Bondowoso bersama TRC-PB, Polsek Tegalampel, dan pihak kecamatan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel begitu laporan diterima melalui kanal WhatsApp darurat.
“Begitu laporan masuk pukul 14.01 WIB, tim kami langsung bergerak ke lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan tujuh rumah yang terdampak sudah mulai diperbaiki secara mandiri oleh warga,” jelas Kristianto.
Ia menambahkan, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim seperti saat ini.
“Kami terus mengimbau warga untuk memperkuat atap rumah, memangkas pohon tinggi di sekitar rumah, serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda angin kencang,” katanya.
BPBD juga memastikan kondisi di wilayah Tegalampel kini sudah berangsur aman, meski cuaca masih terpantau mendung.
“Tim kami tetap siaga, dan koordinasi dengan aparat desa serta relawan terus dilakukan. Prinsipnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegas pria yang karib disapa Kris ini.
Meski kerugian materiil belum dapat dipastikan secara detail, semangat gotong royong masyarakat terlihat jelas. Warga saling membantu memperbaiki rumah yang rusak, sementara tim BPBD terus memantau kondisi di lapangan.
Plt Kalaksa BPBD berpesan kepada masyarakat bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kami berterima kasih atas kerja sama masyarakat yang cepat tanggap. Semoga Bondowoso tetap tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

