Tujuh Kloter Berangkat dari Embarkasi Surabaya, Petugas Masih Temukan Pelanggaran Jemaah Haji

Tujuh kloter Embarkasi Surabaya dengan 2.651 jemaah telah diberangkatkan, menandai awal operasional haji 2025 dengan sistem fast track yang mempercepat proses imigrasi sejak dari Juanda.

03 May 2025 - 21:39
Tujuh Kloter Berangkat dari Embarkasi Surabaya, Petugas Masih Temukan Pelanggaran Jemaah Haji
Jemaah haji dari Embarkasi Surabaya bersiap menuju manah suci Makkah. (Foto: PPIH Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP — Sebanyak tujuh kelompok terbang (kloter) dari Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan menuju tanah suci Makkah hingga Sabtu (3/5/2025). Total jemaah dan petugas yang sudah terbang mencapai 2.651 orang, atau sekitar tujuh persen dari total 36.845 orang yang tergabung dalam 97 kloter pada musim haji tahun ini.

Keberangkatan pada hari Sabtu mencakup empat kloter. Yakni kloter 4 dari Kabupaten Trenggalek, kloter 5 dan 6 dari Kabupaten Kediri, serta kloter 7 dari Kabupaten Nganjuk.

Sistem Fast Track Mempercepat Proses Keimigrasian

Sejak tahun 2024 lalu, Embarkasi Surabaya menerapkan sistem fast track atau Mecca Route yang memungkinkan proses pemeriksaan dokumen dilakukan langsung oleh pihak keimigrasian Arab Saudi di Indonesia. 

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Muh. As’adul Anam mengungkapkan, proses sistem fast track itu dilaksanakan di Bandara Internasional Juanda Surabaya dan terbukti mampu mempercepat proses administrasi.

"Tahun ini, kedua kalinya kita menerapkan sistem fast track yang memungkinkan pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Hasilnya cukup positif," ujar Anam, Sabtu (3/5/2025).

Keberadaan fast track dinilai mampu memangkas waktu pemeriksaan dokumen di bandara tujuan di Arab Saudi. Baik di Madinah maupun di Jeddah. Seluruh proses verifikasi visa dan paspor sudah dilakukan sejak sebelum keberangkatan.

"Jadi tujuannya itu agar jamaah nanti saat tiba di tanah suci tidak perlu repot lagi melakukan proses administrasi dan bisa fokus beribadah," tambah Anam yang juga menjabat sebagai kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur itu.

Fasilitas Mecca Route Ditingkatkan

Evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya membuat bandara meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas jemaah. Beberapa perbaikan yang dilakukan termasuk perluasan ruang tunggu, penambahan air conditioner (AC), serta penyediaan eskalator dan lift untuk memudahkan mobilitas jemaah.

Di area Mecca Route juga telah disediakan food stall sebagai fasilitas tambahan selama menunggu keberangkatan.

Pelanggaran di Hari ke-3

Selama tiga hari masa operasional haji, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran terkait barang bawaan jemaah. Seperti membawa rokok melebihi batas, salah penempatan power bank, serta menyimpan benda tajam di tas kabin.

"Sekali lagi, sebenarnya boleh bawa rokok asal tidak melebihi dua slop atau 200 batang. Lebih dari itu akan diamankan," jelas Anam.

"Kalau power bank yang diizinkan adalah maksimal kapasitas 20.000 mAH dan harus dalam tas kabin. Tidak boleh dalam koper bagasi. Sebaliknya, gunting dan benda-benda tajam dilarang disimpan di dalam tas kabin. Harus disimpan dalam koper bagasi,” imbuh Anam.

Tiga Kloter Dijadwalkan Masuk Asrama Haji

Pada Sabtu malam nanti, Embarkasi Surabaya akan menerima kedatangan jemaah dari tiga kloter berikutnya. Kloter 8 dan 9 berasal dari Kabupaten Blitar. Sementara kloter 10 berasal dari Kabupaten Gresik. Ketiganya dijadwalkan masuk ke Asrama Haji menjelang pemberangkatan selanjutnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow