Trotoar Rusak di Jombang, Pejalan Kaki Terjepit Antara Infrastruktur Rapuh dan Invasi PKL

Kondisi infrastruktur yang cacat ini diperburuk oleh fenomena klasik di wilayah perkotaan. Keberadaan para pedagang kaki lima yang memadati area tersebut secara signifikan menyempitkan sisa ruang bagi pejalan kaki, memaksa warga untuk berjalan dengan kewaspadaan.

11 Dec 2025 - 11:30
Trotoar Rusak di Jombang, Pejalan Kaki Terjepit Antara Infrastruktur Rapuh dan Invasi PKL
Kondisi trotoar yang rusak di Jalan Hayam Wuruk Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Fasilitas publik di jantung Kabupaten Jombang kembali menampakkan kerapuhannya. 

Trotoar yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di sisi barat Stadion Merdeka Jombang, kini dalam kondisi rusak parah, mengancam keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. 

Keramik penutup permukaan trotoar dilaporkan pecah dan terangkat sepanjang kurang lebih lima meter, menciptakan kontur jalan yang tidak rata dan berbahaya.

Kondisi infrastruktur yang cacat ini diperburuk oleh fenomena klasik di wilayah perkotaan. Keberadaan para pedagang kaki lima yang memadati area tersebut secara signifikan menyempitkan sisa ruang bagi pejalan kaki, memaksa warga untuk berjalan dengan kewaspadaan ganda. Sebab, mereka harus menghindari pecahan keramik sekaligus menyiasati kepadatan lapak.

Seorang warga setempat, Widodo (47), menyampaikan keluhannya mengenai situasi tersebut. "Keramiknya banyak yang terangkat, jadi terasa tidak nyaman kalau lewat. Ditambah ada PKL, jadi jalurnya makin menyempit," ujar Widodo kepada wartawan, Kamis (11/12/2025). 

Ia mendesak instansi terkait untuk segera bertindak memulihkan hak pejalan kaki dan memberikan kenyamanan di sekitar lokasi.

Dikonfirmasi hal itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang mengakui adanya masalah. 

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perkim Jombang, Sri Rahayu, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan identifikasi.

"Kerusakan trotoar di titik tersebut sudah kami identifikasi, dan ditemukan adanya akar pohon yang mendesak badan trotoar," jelas Rahayu. 

Meski mengakui temuan dan urgensi perbaikan, Rahayu menyebut bahwa eksekusi perbaikan menghadapi kendala administratif. 

Ia berjanji bahwa perbaikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, namun dengan catatan melihat sisa anggaran.

"Akan segera kita perbaiki. Namun, anggaran tahun ini sudah menipis, sehingga perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya," tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow